Pembukaan Bioskop, Bahagia Bikin Sehat Atau Justru Jadi Bahagia karena Sehat?

ABC Australia - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 18:13 WIB
Jakarta -

Rencana membuka lagi bioskop di Indonesia saat angka kasus positif COVID-19 masih terus naik telah menuai banyak tanggapan.

Rabu lalu (26/08), Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bioskop berkontribusi untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang berkaitan dengan penanganan COVID-19.

Menurut Wiku masyarakat merasa bahagia ketika menonton film di bioskop.

Perasaan bahagia itu berpengaruh pada meningkatnya imunitas tubuh yang bisa memperkecil risiko terpapar COVID-19, tambahnya.

"Bahwa bioskop dan sinema memang memiliki karakteristik dan kontribusi penting, terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat karena imunitas masyarakat bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental fisik masyarakat juga ditingkatkan," kata Wiku dalam konferensi pers melalui YouTube BNPB.

Satgas Penanganan COVID-19 kini tengah mempersiapkan pembukaan bioskop dalam waktu dekat dan protokol kesehatannya.

Sementara itu, menurut data Kawal COVID-19, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sampai 30 Agustus 2020 adalah 172.053 kasus dengan 'positivity rate' sebesar 13,41 persen, jauh di atas batas WHO yakni 5 persen.

Wiku 2

Menurut Wiku, perasaan bahagia ketika menonton bioskop berpengaruh pada meningkatnya imunitas tubuh yang bisa memperkecil risiko terpapar Covid-19. (ANTARA)

Membuka bioskop dengan protokol kesehatan

Setelah bertemu dengan Satgas COVID-19 Nasional, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beserta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rencana membuka bioskop dalam waktu dekat.

"Jadi kesimpulan pertemuan tadi, dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta kembali dibuka," kata Anies di Gedung BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (26/08).

Anies menegaskan pengelola bioskop wajib memenuhi sejumlah syarat protokol kesehatan

Diantara syarat tersebut adalah pengunjung yang diizinkan untuk menonton bioskop berusia 12 sampai 60 tahun, menjual tiket secara online, melakukan pembersihan secara teratur, serta mengatur tempat duduk dengan membatasi satu kursi setiap pengunjung.

Protokol kesehatan ini, kata Anies, akan ditegakkan melalui regulasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melakukan pengawasan yang ketat.

"Jadi semua harus disiplin mengikuti protokol, kalau tidak diikuti langsung kita lakukan penutupan. Karena Jakarta sejak awal nomor satu adalah kesehatan dan keselamatan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan pandemi COVID-19 di Australia hanya di ABC Indonesia.

(ita/ita)