Keterangan Saksi Korban Teror Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim

ABC Australia - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 09:14 WIB
Jakarta -

Persidangan terdakwa teroris Brenton Harrison Tarrant memasuki hari ketiga, Rabu (26/08), untuk mendengarkan keterangan saksi korban. Terdakwa juga didengarkan keterangannya dalam sidang yang digelar di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Pria berusia 29 tahun asal Australia ini telah mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, serta 1 dakwaan terorisme.

Sebanyak 56 saksi korban telah memberikan keterangan dalam persidangan. Hari ini, puluhan saksi korban lainnya juga akan memberikan keterangan, sebelum Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaannya.

Brenton kemudian akan berbicara mewakili dirinya sendiri, setelah sebelumnya dia memecat para pengacaranya. Namun pengadilan tetap menyiapkan pengacara jika sewaktu-waktu terdakwa memerlukannya.

mucaad.jpg

Mucaad Ibrahim (3 tahun), korban paling belia dalam serangan teror yang dilakukan Brenton Tarrant di Selandia Baru pada 15 Maret 2019. Tarrant diduga menembak balita ini dua kali. (Supplied: Ambreen Naeem)

Ambreen Naeem, yang suaminya Naeem Rashid dan anak mereka Talha Naeem, 21 tahun, tewas dalam serangan turut memberikan keterangan yang dibacakan oleh petugas pengadilan.

Ambreen, 45 tahun yang kini hidup menjanda menyebut penderitaannya ini akan dijalaninya seumur hidup.

"Sejak suami dan anakku meninggal dunia, saya tak pernah lagi bisa tidur nyenyak," ujarnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Barnaby Hawes dalam persidangan menyebutkan Naeem Rashid sebagai pemberani yang maju menyergap pelaku, sehingga banyak jamaah lain yang bisa selamat.

Atas aksi heroiknya Naeem telah dianugerahi bintang tanda jasa tertinggi di Pakistan.

"Naeem orang paling berani di dunia ini," ujar Ambreen.

"Dia tanpa rasa takut maju menghadapi si pengecut yang hanya mengandalkan senjatanya," tambahnya.

Hakim Cameron Mander yang memimpin persidangan ini akan menjatuhkan vonis pada hari Kamis besok, 27Agustus 2020.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari berbagai sumber.

(ita/ita)