PM Australia Janji Salurkan Vaksin Corona ke Negara Tetangga, Termasuk Indonesia

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 09:33 WIB
Jakarta -

Perdana Menteri Scott Morrison berjanji untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 ke negara Pasifik dan beberapa negara di Asia Tenggara, jika Australia berhasil mengembangkan pasokan vaksin yang terbukti manjur.

KP Vaksin Asia Pasifik

  • Pemerintah Australia khawatir dengan dampak pandemi COVID-19 di kawasan Pasifik
  • Australia akan menawarkan penyaluran vaksin ke negara-negara Asia Tenggara yang tertarik
  • Lembaga bantuan asing meminta Pemerintah Australia menyediakan biaya khusus untuk penyaluran

Pemerintah Australia mengaku telah membuat kesepakatan dengan perusahaan obat yang berbasis di Inggris, AstraZeneca, untuk memproduksi vaksin secara lokal yang saat ini sedang diujicobakan di Universitas Oxford.

Rabu kemarin (19/08), PM Morrison mengatakan jika vaksin sudah tersedia maka akan digratiskan dan diwajibkan kepada seluruh warga di Australia.

Namun di malam hari, ia mengubah pernyataannya dengan mengatakan vaksin tidak akan diwajibkan dan tidak akan ada yang dipaksa untuk disuntik.

"Tidak ada mekanisme untuk menjadi wajib maksud saya, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mendapatkannya," ujarnya PM Morrison dalam wawancara dengan Radio 2GB sydney.

Jika uji coba klinis vaksin berhasil dan dapat meningkatkan produksinya secara lokal, Pemerintah Australia juga berencana untuk menyalurkannya kepada negara-negara tetangganya.

Scomo Jokowi

PM Australia, Scott Morrison menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan seluruh warga Indonesia. (Foto: Pemerintah Fiji)

Pemerintah Australia semakin khawatir dengan dampak pandemi virus corona di negara-negara Kepulauan Pasifik.

Sejauh ini sebagian besar negara di kawasan tersebut, termasuk Tonga, Samoa, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Kiribati, tetap bebas dari virus corona.

Tetapi virus itu terus menyebar di Papua Nugini, yang sekarang sudah mencatat hampir 350 kasus positif COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia khawatir angka tersebut sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, karena jumlah tes COVID di Papua Nugini sangat rendah.

Pandemi Corona juga telah menimbulkan kerugian ekonomi yang besar di beberapa negara Kepulauan Pasifik, terutama yang memiliki industri pariwisata besar, seperti Vanuatu dan Fiji.

Pemerintah Federal Australia telah menggunakan kembali ratusan juta dolar anggaran bantuan untuk membantu negara-negara Pasifik mengatasi dampak buruk dan telah mengirimkan sinyak akan lebih banyak perubahan besar.

Diproduksi oleh Hellena Souisa dan Erwin Renaldi dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

(ita/ita)