Mahasiswa Indonesia Berharap Termasuk yang Dijemput Untuk Kembali ke Australia

ABC Australia - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 09:13 WIB
Jakarta -

Australia Selatan akan menjadi negara bagian pertama di Australia yang menjemput mahasiswa internasional kembali ke universitas. Mahasiswa yang sedang belajar secara online di Indonesia menyambut baik berita tersebut.

Menteri Perdagangan, Turisme, dan Investasi Australia, Simon Birmingham mengumumkan akan ada 300 mahasiswa internasional yang akan dijemput dari Singapura dan mendarat di Adelaide, ibukota Australia Selatan, September nanti.

Upaya penjemputan ini menjadi proyek pertama, atau 'pilot project', di mana nantinya setelah tiba di Adelaide, para mahasiswa internasional akan terlebih dahulu menjalani karantina hotel wajib selama dua minggu sebelum memulai studi.

Daftar negara asal mahasiswa yang akan dijemput masih dalam proses, namun kemungkinan besar meliputi China, Singapura, dan negara di Asia Tenggara lainnya, menurut keterangan dari Study Adelaide.

Hal ini menimbulkan kebahagiaan bagi Dahlan, mahasiswa S2 Pendidikan di University of Adelaide asal Indonesia, yang sudah menanti-nantikan waktu di mana ia dapat menginjak tanah Australia.

"Saya yakin hampir semua mahasiswa internasional di Australia menghendaki supaya memiliki pengalaman belajar langsung di Australia," kata Dahlan kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"Saya pribadi mendukung sekali program Pemerintah Australia untuk melakukan pilot project, menyediakan exemption [pengecualian] bagi mahasiswa internasional untuk kembali ke Australia."

Dahlan

Dahlan yang sering mengalami kesulitan belajar jarak jauh mendukung penuh program Pemerintah Australia Selatan bagi mahasiswa internasional. (ABC South East SA: Isadora Bogle)

Upaya untuk menghidupkan ekonomi

Menteri Simon mengatakan 'pilot project' yang akan dilakukan di Australia Selatan merupakan salah satu upaya pemulihan negara di tengah pandemi yang "sangat penting".

"Ini adalah langkah selanjutnya yang sangat penting dalam konteks pemulihan ekonomi akibat COVID," kata dia.

Keberadaan mahasiswa internasional menyumbang pendapatan negara sebesar AU$40 milyar hampir setiap tahunnya dan membantu menciptakan 250.000 lapangan pekerjaan bagi warga Australia.

Ia mengatakan risiko penularan virus corona dari mahasiswa internasional yang akan dijemput nanti rendah, karena mereka akan dikarantina di hotel berbintang menengah.

Selain itu, menurutnya, program tersebut akan dijalankan dengan memastikan persyaratan keamanan telah diterapkan secara maksimal.

"Semua persyaratan karantina, persyaratan tes, semua faktor seperti ini sudah melalui persetujuan pihak berwenang di tingkat tertinggi ... untuk memastikan semua orang yakin tidak akan menimbulkan risiko terkait COVID."

Laporan tambahan oleh Alice Dempster

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

Tonton juga video 'Update Global: Lonjakan 2 Juta Kasus Corona di Dunia Dalam Sepekan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)