Lamanya Pengurusan dan Pembatasan Jumlah Visa Pasangan di Australia Dikritik

ABC Australia - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 13:48 WIB
Jakarta -

Kritikan terhadap lamanya proses pengurusan visa pasangan untuk menetap di Australia semakin banyak, diantaranya dari mantan sekretaris Departemen Imigrasi Australia Abul Rizvi.

Pembatasan Visa Pasangan di Australia

  • Abul Rizvi mengatakan jumlah visa pasangan yang disetujui Departemen Imigrasi Australia turun tajam dalam beberapa tahun terakhir
  • Abul memperkirakan pemerintah menggunakan alasan administratif untuk membatasi jumlah visa yang disetujui
  • Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan tidak ada pembatasan bagi persetujuan visa pasangan

Visa pasangan atau dikenal sebagai 'partner visa' adalah pengajuan visa bagi warga asing yang menikah dengan warga Australia.

Bila pengajuan dilakukan di luar Australia diperlukan waktu sampai dua tahun untuk disetujui.

Beberapa warga Australia sudah mengajukan petisi ke parlemen Australia menyerukan kepada pemerintah Federal untuk membuat proses menjadi lebih terbuka dan lebih ringkas.

Abul Rizvi bekerja di Departemen Imigrasi yang mengurusi program migrasi dari tahun 1995 sampai tahun 2007 dan sekarang melanjutkan studi doktoral mengenai kebijakan imigrasi Australia.

Ia mengatakan jumlah visa pasangan yang disetujui turun tajam di tahun keuangan 2017-2018 dari 47.825 menjadi 39.799 dan sekarang angkanya tidak beranjak naik.

"Jelas sekali pemerintah menggunakan alasan administratif untuk membatasi jumlah visa pasangan," katanya.

"Peraturan sebenarnya mengatakan kita tidak membatasi jumlah visa pasangan yang disetujui."

Pemerintah Australia sudah menerapkan target di setiap tahun keuangan jumlah visa yang akan disetujui bagi semua kategori.

Tahun lalu batasnya adalah 160 ribu permohonan.

Abul Rizvi smiles at the camera.

Abul Rizvi pernah menjadi salah seorang pejabat senior Departemen Imigrasi Australia. (Supplied: Shireshore Hirad)

Di Brisbane, Queensland ayah dengan empat anak, Shirshore Hirad harus membesarkan tiga orang anaknya sendirian, sementara istrinya Muna Ismail tinggal di Malaysia dengan anak paling bungsu mereka.

Pasangan ini menikah di Somalia di tahun 2012 dan di tahun 2017 berencana pindah ke Australia.

Mereka sudah menunggu selama 26 bulan bagi visa pasangan untuk Muna.

Hidup terpisah selama ini sangat memberatkan keluarga tersebut.

"Anak-anak bertanya mengenai ibu mereka setiap kali, meski kami berusaha keras membuat keluarga tetap bersama dengan sering berkunjung ke Kuala Lumpur," katanya.

Shirshore mengatakan Departemen Dalam Negeri Australia harusnya memiliki sistem komunikasi yang lebih baik dengan mereka yang mengajukan permintaan visa pasangan.

"Tidak mengetahui sama sekali kelanjutan mengenai berkas kita, tanpa bisa berbicara dengan siapapun yang mengurusi aplikasi kita menimbulkan rasa frustrasi yang besar."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

(ita/ita)