Mungkinkah Pemegang WHV Jadi Warga Asing yang Diprioritaskan Masuk Australia?

ABC Australia - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:45 WIB
Jakarta -

Sekitar 150 orang 'backpackers' kemungkinan akan diizinkan ke Australia dengan pengaturan khusus untuk mengisi kekosongan pekerjaan di pertanian di tengah masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Izin khusus bagi WHV

  • Kelompok petani sedang mempersiapkan usulan bagi masuknya backpacker ke Australia lagi
  • Turis internasional dilarang masuk ke Australia karena adanya COVID-19
  • Industri pertanian menggantungkan diri pada pekerja migran dengan kekurangan saat ini sekitar 80 ribu orang

Ini adalah salah satu usulan yang sedang digodok oleh Federasi Petani Nasional Australia (NFF) dan Panel Penasehat Bagi Turisme Muda dan Backpacker yang akan diajukan ke pemerintah Australia.

Bila disetujui, para pekerja muda akan bisa tiba di Australia di bulan Oktober mendatang dan mereka yang mendapat izin adalah pemegang WHV dari negara-negara yang saat ini memiliki kasus COVID-19 yang rendah.

Yang saat ini masih belum jelas adalah siapa yang akan menanggung biaya karantina untuk para 'backpacker' tersebut ketika mereka tiba di Australia.

Backpackers adalah sebutan bagi anak-anak muda yang berusia antara 18-30 tahun dari berbagai negara yang memegang Working Holiday Visa (WHV) dan memperbolehkan mereka berlibur sambil bekerja di Australia selama sekurangnya satu tahun.

Menurut laporan yang diterima ABC, proyek ini akan memberikan kesempatan kepada para 'backpacker' bekerja di pertanian atau bekerja sebagai 'au pair' (menjaga anak-anak), setelah posisi tersebut tidak bisa diisi oleh pekerja lokal.

Pemerintah Federal Australia baru-baru ini sudah memberikan izin bagi proyek serupa di Northern Territory, atau Kawasan Australia Utara.

Para pekerja asal Vanuatu telah diperbolehkan masuk sebagai pemetik buah musiman, walau Australia saat ini masih menutup diri bagi kedatangan turis internasional.

Dalam program di Kawasan Australia Utara tersebut, majikan atau pemilik lahan pertanian yang akan menanggung biaya karantina selama dua minggu, dengan biaya masing-masing sekitar Rp 25 juta.

Sekitar 170 pekerja dari Vanuatu akan tiba di Kawasan Australia Utara akhir Agustus.

Picking pumpkins in a paddock near Mareeba

Para backpacker menjadi andalan utama bagi pekerjaan di bidang pertanian ketika musim panen di Australia. (Supplied: Milan Scheunemann)

Australia masih menutup perbatasan bagi perjalanan internasional kemungkinan sampai tahun 2021, namun di bulan April pemerintah Federal mengumumkan mereka yang sudah berada di Australia boleh memperpanjang visa.

Menurut Departemen Dalam Negeri Australia 401 orang pemegang WHV sudah mendapat perpanjangan, demikian juga dengan 3.550 pekerja pemetik buah musiman.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

(ita/ita)