Empire of Altantium, 'Raja' di Australia yang Membuat Kerajaan Sendiri

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 09:37 WIB
Jakarta -

Tak hanya di Indonesia, di Australia pun ada sejumlah warga yang membuat kerajaan, lengkap dengan hukum dan mata uang sendiri. Salah satunya adalah 'Empire of Altantium'.

Australia adalah salah satu negara dengan 'micronation' atau negara mikro terbanyak di dunia. Ahli hukum konstitusi mengatakan hal ini disebabkan banyaknya motivasi perorangan di negara tersebut.

George II, yang bernama asli George Cruickshank, memiliki kualitas seseorang yang berpotensi di bidang politik sesuai harapan orangtuanya, yaitu cerdas dan pandai berbicara, bahkan sejak usia belia.

"Tapi yang terjadi malah saya memutuskan untuk membuat negara sendiri di halaman belakang rumah, menaikkan bendera Atlantium, dan diakui sebagai, sejauh ini, satu-satunya kepala negara dari negara ini," kata dia.

"Kebanyakan orang punya masa kanak-kanak serupa. Tapi, berbeda dengan mereka, saya bisa melanjutkannya sampai ketika sudah dewasa."

Berdiri di tahun 1981, ketika George masih remaja, 'Empire of Atlantium' atau Kekaisaran Atlantium, adalah negara berdaulat yang ada di New South Wales, dengan konstitusi, sistem peradilan, bendera, dan mata uang sendiri.

Jauh dari kota kelahiran George di daerah pinggiran kota Sydney, "ibukota global" negara tersebut, Concordia, berlokasi di 'Lachlan Valley', di mana terdapat susunan pemerintah, monumen peringatan, kantor pos, dan lain-lain.

Beranggotakan 3.000 warganegara global, seandainya benar berdaulat, Atlantium akan terdengar sangat mengesankan.

Namun, negara ini tidak terdaftar secara hukum.

'Keberadaannya di luar hukum'

Atlantium has claimed

Kekaisaran Atlantium telah mengklain "otoritas ekstratorial" atas sebuah properti di 'Lachlan Valley'. (Facebook: Empire of Atlantium)

Entah Anda membenci atau mencintai mereka, satu hal yang dapat disetujui oleh ikatan persaudaraan legal dan raja yang mengangkat dirinya sendiri adalah kehadiran micronations di Australia menggarisbawahi komitmen negara terhadap kebebasan demokratis.

Di Australia, ada perasaan "biarlah berlalu", kata Williams, dan asalkan mereka yang berusaha mendeklarasikan kedaulatan terus "memenuhi tanggung jawab normal mereka", pihak berwenang lebih cenderung melihat fenomena itu sebagai "hobi eksentrik".

"Kami benar-benar hidup di negara yang damai, demokratis, dan toleran," tambah Finlay.

"Ada banyak tempat di dunia di mana jika Anda mencoba menyatakan diri sebagai bangsa yang terpisah, pemerintah tidak akan membiarkannya dan Anda akan menemukan diri Anda dalam banyak masalah."

Ini adalah sentimen yang digaungkan oleh Cruickshank, yang percaya ada pelajaran yang bisa dipetik dari keruntuhan 'Hutt River'.

"Jika Anda berpikir untuk memulai negara mikro dalam menanggapi masalah hukum atau perselisihan dengan pemerintah kota atau Kantor Perpajakan Australia, tanggapan semacam itu pasti akan gagal," katanya.

"Apa yang akan mereka lakukan hanyalah menunda yang tak terhindarkan, dan itulah pelajaran yang bisa kita ambil dari 'Hutt River'."

Ikuti berita lainnya dari Australia di ABC Indonesia.

Tonton juga 'Batu Karut, 'Pintu Gerbang' Menuju Dunia Lain Kerajaan Laut Selatan':

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)