Universitas Terkaya di Australia Membayar Pegawainya di Bawah Standar Gaji

ABC Australia - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 14:20 WIB
Jakarta -

Perguruan tinggi terkaya di Australia, University of Melbourne, diam-diam telah membayarkan kembali kekurangan gaji kepada sekitar 1.500 tenaga akademik di empat fakultas. Kasus ini dikenal sebagai "pencurian gaji".

Pencurian gaji di Melbourne Uni

Fakultas lainnya yang ditengarai melakukan praktek penggajian di bawah standar yaitu Fakultas Sains, yang membayar pegawainya hanya sepertiga dari tarif normal untuk kegiatan tutorial sejak tahun 2009.

Melbourne University melalui seorang juru bicara mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Serikat Buruh NTEU.

"Universitas setuju dengan posisi NTEU dalam permasalahan ini dan telah menyelesaikannya pada akhir 2019," katanya.

"Diakui bahwa pekerja musiman yang terkena dampak ini punya kesempatan untuk mengajukan kekurangan dan jika ada, akan dibayarkan," katanya.

Bulan lalu, universitas mengakhiri semua praktek yang dipersoalkan ini. Universitas juga membentuk kelompok kerja bersama serikat buruh untuk menyelesaikan perselisihan.

Apa itu 'pencurian gaji'?

'Pencurian gaji' merupakan kekurangan pembayaran yang dialami pegawai atau tidak adanya kontribusi ke dana pensiun pegawai serta pelanggaran lainnya.

Praktek seperti ini umumnya dialami para pekerja dengan status 'casual' yang posisi tawarnya lebih lemah.

Gerai makan cepat saji McDonald's, 7-Eleven, Coles, Woolworths dan ABC sendiri diharuskan membayar kekurangan gaji pegawai 'casual' mereka.

Perguruan tinggi lainnya seperti University of Western Australia menyatakan telah meminta pihak luar untuk mengaudit sistem mereka, setelah adanya tuduhan dari serikat buruh NTEU.

Sedangkan Macquarie University mengaku telah membayar 50.000 dolar kepada pegawai kasual di Fakultas Matematika dan Statistik.

ABC mendapatkan informasi bahwa University of New South Wales (UNSW) kini melakukan audit setelah adanya tuduhan serupa di Fakultas Bisnis.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara UNSW mengkonfirmasi adanya beberapa pembayaran kekurangan gaji ini.

Ketua Serikat Buruh NTEU Dr Barnes mengatakan permasalahan itu sistemik di berbagai sektor karena banyaknya jumlah pegawai tak tetap atau 'casual'.

Victoria adalah satu-satunya negara bagian yang memiliki Undang-Undang mengenai pencurian gaji.

Simak artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

(ita/ita)