Pelajaran untuk Kota Lain, Melbourne 2 Kali Lockdown, Penularan Masih Tinggi

ABC Australia - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 14:02 WIB
Melbourne -

Sudah tiga pekan 'lockdown' diberlakukan di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire, yang kini menjadi episentrum penularan virus corona di Australia. Tapi mengapa jumlah penularan masih tinggi?

Dalam pembatasan sosial tahap ketiga yang berlaku saat ini, warga Melbourne dan Mitchell Shire diwajibkan tinggal di rumah, kecuali untuk empat alasan: berbelanja kebutuhan penting, perawatan kesehatan, berolahraga, serta belajar atau kerja jika tak bisa dilakukan di rumah.

Sejak Kamis lalu, penggunaan masker saat keluar di tempat umum bahkan sudah diwajibkan.

Terlepas dari semua aturan tersebut, jumlah kasus baru tetap tinggi setiap harinya, dengan angka penularan tertinggi, yakni 532 kasus tercatat Senin kemarin.

Jadi mengapa lockdown tidak menurunkan jumlah kasus secara lebih dramatis? Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus?

Kami menanyakan hal ini kepada sejumlah para pakar dan inilah penjelasan mereka:

Tak mematuhi aturan

Pada saat ini jumlah kasus seharusnya sudah mengalami penurunan drastis, menurut Dr Philip Russo dari Sekolah Tinggi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Australasian.

Menurutnya masih tingginya penularan virus corona menunjukkan adanya ketidakpatuhan masyarakat terhadap pembatasan-pembatasan tersebut.

"Jelas ada orang yang tidak mengikuti aturan. Mungkin mereka merasa tidak masalah jika terinfeksi," kata Dr Russo.

"Ketidakpatuhan jelas terlihat di media sosial," tambahnya.

"Kasusnya akan tetap pada level seperti ini lebih lama, saya kira, sebab orang tertular bukan hari ini atau kemarin, melainkan seminggu sebelumnya atau lebih," jelas Meyerowitz-Katz.

Mengapa negara bagian Victoria mengalaminya? Mungkin juga karena faktor nasib buruk.

"Kecuali bila tak ada kasus yang menular, sebagaimana yang berhasil dijaga di sejumlah negara bagian Australia, maka sekecil apapun potensi wabahnya selalu ada," jelasnya.

Simak artikel ini dalam Bahasa Inggris di sini.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)