Eko Ariyanto Sudah Donor Darah 100 Kali di Australia, Rutin Dua Minggu Sekali

ABC Australia - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 13:57 WIB
Jakarta -

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia

Apa salah satu kebiasaan yang anda lakukan? Eko Ariyanto, seorang warga asal Yogyakarta yang sekarang tinggal di Melbourne, memiliki kebiasaan yang ia bawa dari Indonesia.

Eko rutin menyumbangkan darahnya dan minggu lalu adalah donor darah yang ke-100 kalinya di Australia.

Dalam percakapan dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, Eko mengatakan semasa menjadi mahasiswa di Universitas Tarumanegara, Jakarta, di tahun 1990-an, dia sudah mulai menyumbang darah.

"Secara rutin di kampus Untar, di mana saya kuliah dulu, selalu melihat ada kegiatan donor darah dari PMI," kata pria yang bekerja sebagai internal auditor di sebuah perusahaan pertambangan di Australia tersebut.

"Waktu saya ke Melbourne untuk studi S2 saya tergerak lagi untuk donor darah disini," kata Eko ayah dari dua anak tersebut.

"Sejak saat itu saya berusaha untuk mendonor darah setiap kali ada kesempatan," ujarnya.

Ada dua jenis sumbangan darah yang bisa dilakukan di Australia, yaitu sel darah dan plasma darah.

Menyumbang darah di Australia pun tidak bisa dilakukan setiap saat.

Untuk sel darah keseluruhan, sumbangan hanya bisa diberikan setiap 12 minggu sekali. Sehingga untuk mencapai 100 kali seperti Eko, artinya diperlukan waktu sekitar 25-30 tahun untuk melakukannya.

Syarat lainnya adalah mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar Australia, termasuk ke negara berisiko tinggi malaria seperti di sejumlah kawasan di Asia Tenggara, harus menunggu tiga bulan sebelum menyumbang darah.

"Pada suatu waktu saya harus puasa berdonor darah karena untuk urusan kerjaan saya harus rutin bolak balik ke Filipina," kata Eko.

Lantas bagaimana Eko bisa menyumbangkan darahnya setiap dua minggu sekali?

"Saya mencoba untuk donor plasma, ternyata untuk donor plasma tidak diharuskan untuk menunggu tiga bulan kalau kembali dari luar negeri," jelasnya.

Sejak dia mengetahui tidak adanya pantangan untuk donor plasma, Eko kemudian rutin menjadi donor plasma.

"Kebetulan juga kantor saya di Melbourne CBD sangat dekat hanya bersampingan dengan tempat untuk donor darah," tambahnya.

KP Lockdwon Melbourne Kedua

Ingin menularkan kebaikan

Eko mengatakan apa yang dilakukannya dengan menyumbang darah bukan karena alasan kesehatan ataupun sosial.

Ia menggunakan istilah 'pay it forward' bagi orang lain yang membutuhkan.

"Pay it forward menurut definisi sempit saya itu berbagi kebaikan dengan orang lain."

"Dengan harapan orang yang menerima kebaikan akan berbagi lagi dengan membalas kebaikan ke orang lain.

"Harapannya semakin banyak orang berbuat kebaikan, dunia ini akan menjadi semakin indah," kata Eko yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi tersebut.

Memberikan sumbangan darah sebanyak 100 kali di Australia merupakan salah satu titik capaian yang berarti, namun Eko mengatakan dia tidak akan berhenti melakukannya.

"Saya tidak ada target. Selama badan dan jadwal saya bisa untuk donor darah pasti akan saya lakukan," kata pria berusia 40 tahunan tersebut.

Eko menganjurkan orang lain untuk tergerak juga menyumbangkan darah secara konsisten, jika memungkinkan.

"Banyak kisah dari penerima donor yang menyentuh hati saya. Bagaimana darah yang kita donorkan bisa menentukan hidup atau mati bagi orang yang sakit parah."

"Paling tidak, apa yang kita berikan bisa memberikan senyum bagi orang lain yang membutuhkan," ujarnya.

Tonton video 'Riza Patria Resmikan Donor Plasma Konvalesen Pertama di DKI':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti cerita-cerita dari komunitas Indonesia di Australia hanya diABC Indonesia

(ita/ita)