Dalam 24 Jam Enam Warga Melbourne Meninggal, Kasus Corona Masih di Atas 300

ABC Australia - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 15:30 WIB
Jakarta -

Enam warga yang tinggal di perumahan perawatan lansia meninggal dalam 24 jam terakhir, angka ini menjadi korban terbesar akibat pandemi virus corona di Melbourne.

Peningkatan Kasus di Australia

  • Enam orang meninggal di Melbourne, jumlah korban terbesar dalam sehari
  • Di Sydney ada 7 kasus baru dari lebih 30 ribu tes yang dilakukan
  • Di Queensland semua pengunjung klub dan bar tidak boleh lagi berdiri sambil minum

Total warga yang meninggal di negara bagian Victoria akibat virus corona kini meningkat menjadi 55 orang.

Sementara itu jumlah kasus baru yang tercatat hari Jumat (24/07) adalah 300 orang, lebih rendah dari Kamis kemarin, yaitu 403 kasus.

Premier negara bagian Victoria, Daniel Andrews mengatakan dari enam orang yang meninggal, tiga berusia 90 tahunan dan tiga lagi 8 tahunan dan semuanya tinggal di rumah perawatan lansia.

Walau angka penularan hari Jumat menurun, Premier Daniel mengatakan belum bisa menyimpulkan jika puncak penyebaran COVID-19 di Melbourne sudah berlalu.

Dalam jumpa pers hari Jumat (24/07), ia menjelaskan semakin banyak tentara yang dikerahkan untuk membantu mengatasi masalah corona, dari semula 300 orang menjadi 1.400 orang tentara.

Menurutnya personel militer ini akan dikerahkan dari rumah ke rumah untuk melacak mereka yang tidak menjawab panggilan telepon dari pihak berwenang terkait COVID-19.

An army officer in a high-vis vest, gloves and a mask directs traffic.

Personel tentara Australia sekarang dikerahkan ke Melbourne untuk mendatangi rumah warga yang tidak menjawab panggilan telepon dari pihak berwenang. (Pixabay)

Di negara bagian Queensland, setelah tiga minggu tamu di klub dan bar boleh berdiri sambil minum, sekarang aturan baru memaksa mereka tidak boleh lagi melakukannya.

Kepala Bidang Medis Queendland, Jeanette Young mengatakan keputusan tersebut diambil karena meningkatnya kasus di negara bagian Victoria dan New South Wales.

"Saya menerapkan lagi pembatasan dan itu dimulai hari ini," kata Dr Young, hari Jumat (24/7/2020).

"Ini adalah persyaratan yang harus dipatuhi dan ada sanksinya."

Aturan terbaru di Queensland ini diambil menyusul adanya dua kasus terbaru COVID-19.

Kedua orang tersebut baru saja kembali dari perjalanan ke Amerika Serikat dan mereka sedang menjalani karantina di hotel.

Dr Young mengatakan yang sekarang lebih dikhawatirkan adalah kasus yang berasal dari negara bagian lain di Australia, sehingga ia menyarankan agar warga Queensland berpikir dua kali sebelum melakukan perjalanan.

"Saya kira sekarang waktunya warga berpikir dua kali sebelum mereka bepergian ke negara bagian lain, baik itu New South Wales atau Victoria," katanya.

"Bila mereka ke Victoria atau ke lokasi zona merah di New South Wales, mereka harus menjalani karantina ketika kembali."

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)