Perawat di Melbourne Memperingatkan Makin Banyak Usia Muda Tertular Corona

ABC Australia - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 15:12 WIB
Jakarta -

Seorang perawat senior di Melbourne mengatakan rumah sakit terus mempersiapkan diri kemungkinan warga yang lebih muda meninggal akibat COVID-19 di saat negara bagian Victoria terus berjuang mengatasi penyebarannya.

Semakin banyak yang lebhi muda

Michelle mengatakan kematian sebelumnya di Victoria didominasi oleh mereka yang lebih tua, yakni 60 tahun ke atas, namun ini akan berubah.

Kamis kemarin (23/7), pihak berwenang mengatakan 20 persen pasien yang dirawat di rumah sakit di Melbourne adalah mereka yang berada di bawah usia 50 tahun, termasuk empat anak-anak.

Rumah Sakit Royal Melbourne mengatakan sudah mendapat tambahan 22 ventilator atau alat bantu pernafasan di saat unit gawat darurat bersiap menghadapi peningkatan kasus.

Menurut Michelle di rumah sakit tersebut, usia pasien antara 30 tahunan sampai 80 tahunan, dan semua mereka memiliki riwayat berbeda berkenaan dengan COVID-19".

"Yang masuk tidak hanya para lansia saja, " katanya.

"Ini jelas sekali bukanlah penyakit para lansia."tambahnya.

Michelle mendesak seluruh warga Melbourne, berapa pun usia mereka untuk mengenakan masker ketika mereka berada di luar rumah.

"Mengenakan masker masih lebih enak dibandingkan memakai ventilator," katanya.

Dan Hadley, wearing a mask and gown, touches a screen with medical informaiton

Kristian Silva: Rumah sakti Royal Melbourne semakin banyak menerima mereka yang berusia di bawah 60 tahun yang terkena COVID-19. (ABC Melbourne)

Daniel Andrews juga memberi peringatan kepada warga muda

Dalam jumpa pers hari Kamis, Menteri Utama (Premier) negara bagian Victoria Daniel Andrews menjelaskan semakin banyak kasus baru COVID-19 menjangkiti orang yang lebih muda.

Table: Victorians in hospital by age July 21, 2020

"Adalah pendapat yang sangat keliru mengatakan bahwa orang-orang muda kebal terhadap virus ini," katanya.

"Kalau kita ingin ini berakhir, ingin kembali ke kehidupan normal, bisa minum bir atau makan di restoran bersama teman-teman, dan bisa bergerak lebih bebas dari sekarang, maka kita semua harus mengikuti aturan."

"Ada orang-orang yang sebelumnya sehat dan kemudian sakit parah," tambahnya.

Premier Daniel juga mengatakan semakin banyak bukti secara internasional jika virus ini bertahan lebih lama dalam bentuk penyakit kronis lain.

Sementara Menteri Kesehatan Victoria. Jenny Mikakos mengatakan COVID-19 ini bukanlah penyakit yang menyerang para lansia.

"Data yang kami punyai dari awal Juli menunjukkan bahwa 25 persen kasus yang kita lihat di komunitas adalah terjadi di mereka yang berusia 20 tahunan."

"Sebagai perbandingan, mereka yang berusia di atas 60 tahunan hanya sekitar 6 persen dari kasus keseluruhan."

Kasus mungkin sudah melandai

Peneliti masalah penyakit di University of Melbourne, Profesor John Mathews mengatakan dia tidak terkejut dengan meningkatnya orang yang berusia lebih muda terkena COVID-19.

"Kita tahu orang yang lebih tua memang lebih rentan terkena penyakit kronis dan mereka yang lebih tua bisa tinggal di rumah, sementara orang-orang lebih muda lebih banyak aktif secara sosial sehingga ini tidak mengejutkan."

"Ini mungkin alasan mengapa terjadi peningkatan infeksi di kalangan yang lebih muda," katanya.

Profesor John mengatakan kasus di Victoria mungkin sudah melandai 'di sekitar angka 300-400 per hari'.

"Bila sampai minggu depan angkanya tidak naik, ini menunjukkan dengan bantuan kita semua, kebijakan yang ada sekarang bisa menekan gelombang penyebaran," tambahnya.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)