Warga Melbourne Akan Diberi Rp 3 Juta Kalau Diam di Rumah Usai Tes Corona

ABC Australia - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 09:01 WIB
Jakarta -

Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau lebih dari Rp3 juta bagi warganya yang diam di rumah usai menjalani tes corona.

Pengumuman ini dikeluarkan Kamis (23/07), hari pertama saat masker wajib dipakai oleh warga di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire Council yang keluar rumah.

Sejak beberapa hari terakhir, jumlah kasus positif virus corona telah mencapai 400-an dalam sehari dan sejauh ini tercatat 3.630 kasus aktif di negara bagian Victoria.

A woman in a green jacket, orange pants and patterned mask waits at a pedestrian crossing.

Warga kota Melbourne yang keluar rumah diwajibkan memakai masker mulai hari Kamis (23/07) dengan ancaman AU$200 jika melanggarnya. (ABC News: Simon Winter)

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews memperingatkan jika jumlah kasus positif terus meningkat, maka jumlah kematian juga akan meningkat.

"Setiap hari ada 400-an kasus. Stabil. Bukannya menurun. Hitung-hitungannya, orang akan meninggal," ujarnya.

"Salah satu tragedi hari ini yaitu (meninggalnya) pria berusia 50-an. Ini tidak hanya berdampak pada orang berusia lanjut," kata Premier Andrews.

Ia mengumumkan akan memberikan tunjangan sebesar AU$300 dolar bagi warga yang menjalani isolasi setelah melakukan tes COVID-19, dengan syarat tidak mendapat hak libur berbayar dari tempat kerjanya.

KP Lockdwon Melbourne Kedua

Dalam analisa data penyebaran virus corona di Victoria diketahui 9 dari 10 orang yang terjangkit virus tetap beraktivitas dan keluar rumah, meski mereka mengalami gejala.

Kebanyakan orang tersebut berasal dari kelompok masyarakat dengan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan serta pekerja kasual.

"Bila Anda sakit, segera lakukan tes kemudian isolasi hingga hasil tesnya keluar," kata Daniel Andrews.

Tunjangan AU$300 dolar memerlukan syarat tanda bukti gaji namun pencairannya akan dibuat secepat mungkin, tambahnya.

"Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pilihan untuk menghidupi keluarga tidak menjadikan seseorang justru mendatangkan bahaya bagi keluarganya," kata Daniel.

Ia menambahkan banyaknya orang yang tak melakukan isolasi mandiri setelah menjalani tes telah berkontribusi pada kenaikan jumlah kasus di Victoria.

Klaster panti jompo

Hari Kamis, 23 Juli 2020 mencatat 403 kasus baru virus corona, 69 di antaranya bisa dilacak klasternya, sementara sisanya masih terus diselidiki.

Kini sudah ada 447 kasus yang diketahui berasal dari klaster 35 panti jompo di Victoria, di antaranya:

  • 73 kasus terkait dengan St. Basil's Homes for the Aged di Fawkner
  • 67 kasus terkait dengan Estia Health di Ardeer
  • 55 kasus terkait dengan Menarock Life Aged Care di Essendon
  • 34 kasus terkait dengan Estia Health di Heidelberg
  • 33 kasus terkait dengan Arcare Aged Care di Craigieburn
  • 21 kasus terkai dengan Baptcare Wyndham Lodge di Werribee
  • 20 kasus terkait dengan Embracia Aged Care Moonee Valley di Avondale Heights

Sedangkan total kasus yang terkait dengan klaster terbesar di Victoria, sekolah Al-Taqwa College, kini berjumlah 182 kasus.

Tonton video 'Usai Dilockdown, Masih Muncul Klaster Baru Covid-19 di Melbourne':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)