Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?

ABC Australia - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 14:10 WIB
Jakarta -

Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi 'permanent resident' (PR) dan warganegara Australia, lewat skema 'JobKeeper' dan 'JobSeeker'. Sejumlah warga Indonesia di Australia yang memenuhi syarat menceritakan seberapa membantu tunjangan tersebut.

JobKeeper

Natalia Nuyerepon, perempuan asal Jawa Timur, saat ini bekerja penuh waktu di restoran Hog's Breath Cafe, di Mildura, sebuah kota di Victoria yang berjarak 550km dari Melbourne.

Terhitung tanggal 23 Maret 2020 lalu, semua restoran, kafe, bar, dan pub harus menutup layanan 'dine-in' atau makan di tempat dan hanya menyediakan 'take away' dan 'delivery'.

Namun, cabang restoran tempat ia bekerja harus ditutup sehingga mempengaruhi pekerjaannya sebagai koki.

"Di bulan Maret 2020 itu kami semuanya kena 'stood down' [diberhentikan]. Jadi tidak ada kerja dan tidak ada pemasukan. Semua ditutup dan kami tidak mengerti nasib saat itu," kata dia.

"Untuk lokasi Mildura, karena populasi penduduk tidak terlalu tinggi seperti Melbourne, jadi [restoran Hog's Breath] kurang pemasukan untuk membayar karyawan dan sebagainya."

Akhirnya, Natalia harus mengakses subsidi 'JobSeeker' yang tersedia bagi 'permanent resident' dan warganegara Australia.

Natalia

Koleksi pribadi: Natalia sudah pernah mendapatkan dua jenis bantuan subsidi Pemerintah Australia, yaitu 'JobSeeker' dan 'JobKeeper' di tengah pandemi COVID-19.

Membantu bisnis tak bangkrut

Sementara itu, Christian Gunawan, pemilik bisnis otomotif Victory Automotive, mengatakan sulit untuk melihat dampak pengurangan nominal 'JobKeeper' terhadap bisnisnya ke depan.

Namun, sebagai pelaku bisnis, ia justru lebih merasa khawatir mengenai kemungkinan Victoria untuk meningkatkan lagi peraturan pembatasan sosial ke tahap empat.

"Saya berharap tidak akan masuk lockdown yang lebih parah, stage 4. Karena kalau di stage 2 kami masih bisa bertahan, namun ketika stage 3, banyak langganan yang takut ke bengkel," katanya.

Christian mengatakan pelanggannya kebanyakan berasal dari kawasan lain, bukan hanya dari kawasan timur tempat bengkelnya berada.

Sehingga kalau tahap keempat yang lebih ketat mengatur pergerakan warga untuk tidak keluar dari kawasan mereka tinggal, pelanggan dari kawasan "takut diberhentikan polisi".

Sejak tahun 2015, Victory Automotive yang berlokasi di kawasan Clayton South, hanya mempekerjakan dua orang pekerja 'casual'.

Sejak Mei, tunjangan 'JobKeeper' telah membantu membayar gaji istrinya, yang terhitung sebagai karyawan 'casual', yaitu bagian administratif di bengkelnya.

"Istilahnya untuk menolong dan 'jangan sampai bangkrut', Jadi kami merasa sangat beruntung juga," kata Christian yang sudah menjadi warga tetap Australia dari tahun 1989.

"Dan 'company' [atau perusahaan] kami 'small team' [atau kelompok kecil]. Jadi kalau terlalu besar mungkin kita sangat 'struggling' [kesulitan]."

Salah satu persyaratan bagi untuk menerima bantuan 'JobKeeper' adalah dengan menunjukkan bukti bahwa pendapatan perusahaan yang bersangkutan telah merosot lebih dari 30 persen.

"Omzet kami turun 50 persen. Akhirnya kami mendaftarkan perusahaan kami di myGovID, yang bekerja sama dengan 'Australian Taxation Office' [kantor pajak Australia]."

Simak berita lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)