Tunjangan Uang Bagi Warga di Australia Berlanjut Tapi Jumlahnya Dipotong

ABC Australia - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 14:29 WIB
Jakarta -

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengumumkan perpanjangan bantuan keuangan 'JobKeeper' dan 'JobSeeker' bagi warga di Australia yang memenuhi syarat.

Subsidi upah 'JobKeeper' bagi pekerja 'full time' akan berlanjut hingga Maret tahun depan, tetapi jumlah yang dibayarkan akan turun dari AU$1.500, lebih dari Rp15 juta menjadi AU$1.200, lebih dari Rp12 juta per dua minggu setelah September.

Sementara mereka yang bekerja kurang dari 20 jam seminggu akan turun menjadi AU$750, atau lebih dari Rp7,5 juta.

Di tiga bulan pertama tahun 2021, 'JobKeeper' akan diturunkan menjadi AU$1.000, atau lebih dari Rp 10 juta per dua minggu, sementara bagi mereka yang bekerja kurang dari 20 jam seminggu akan menjadi AU$650, atau lebih dari Rp6,5 juta.

Bagi mereka yang tidak punya pekerjaan, tunjangan 'Job Seeker', yang juga menggantikan skema pembayaran bagi pengangguran 'Newstart' juga akan mengalami pemotongan.

Program bantuan ini akan diturunkan dari AU$1.100, atau lebih dari Rp11 juta, menjadi AU$800, atau lebih dari Rp8 juta per dua minggu.

Saat ini diketahui lima juta warga di Australia menerima pembayaran dari skema bantuan 'JobKeeper' dan 'JobSeeker'.

Untuk menerima 'JobKeeper' perusahaan yang mempekerjakan harus menunjukkan jika mereka mengalami imbas ekonomi akibat pandemi, dengan penurunan pendapatan hingga 30 persen di bulan September nanti

KP Lockdwon Melbourne Kedua

Kasus penularan di Melbourne masih tinggi

Hingga hari Selasa (21/07), negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne mencatat 374 kasus baru virus corona dan tiga orang lanjut usia dilaporkan meninggal dunia.

Premier Daniel Andrews, pemimpin Victoria mengatakan tiga perempuan yang meninggal berusia 80-an, 90-an dan 100-an.

Penghitungan kasus baru yang dilaporkan pemerintah berfluktuasi dalam beberapa hari terakhir, dari rekor tertinggi 428 pada hari Jumat, turun menjadi 217 pada hari Sabtu, namun naik lagi menjadi 363 pada hari Minggu kemarin.

Senin kemarin tercatat ada 275 kasus baru, yang artinya hari ini angka penularan kembali naik.

Dalam 24 jam terakhir, hampir 30.000 tes telah dilakukan di Victoria.

Daniel mengatakan "selalu sulit" untuk menarik kesimpulan pandemi di Victoria berdasarkan hasil satu hari saja.

"Pada akhirnya, kita tidak melihat jumlah kasus yang berganda dan berganda lagi," katanya.

Sebanyak 174 orang Victoria saat ini dirawat di rumah sakit, 36 di antaranya dalam perawatan intensif.

A man in a blue surgical mask opens his wallet at the checkout in Woolworths, while a woman behind him is not wearing a mask.

Salah satu pengunjung supermarket di Preston, Melbourne, mengenakan masker, 20 Juli 2020. (ABC News: Patrick Rocca)

Tiga belas kasus baru di NSW, 10 terkait Thai Rock cluster

Sementara itu, negara bagian New South Wales (NSW) mencatat 13 kasus baru virus corona, termasuk 10 kasus yang terkait dengan klaster dari restoran Thai Rock di barat daya Sydney.

Jumlah total orang yang terinfeksi dari klaster itu sekarang 26 orang, sedangkan klaster dari Crossroads Hotel telah berkembang menjadi 50 orang.

Salah satu kasus baru adalah pendatang yang sedang menjalani karantina hotel.

Ada dua kasus baru yang merupakan kontak kasus yang terkait dengan klaster Crossroads Hotel, di mana banyak orang dinyatakan positif setelah menghadiri tempat itu pada 3 Juli.

Pihak otoritas kesehatan NSW yang berada di Sydney mendesak warga untuk menghindari perjalanan yang tidak penting dan terus menghindari pertemuan lebih dari 10 orang di rumah.

Ada 15.903 tes yang dilakukan di NSW dalam 24 jam hingga pukul delapan malam lalu, 90 orang dengan COVID-19 saat ini sedang dirawat di rumah sakit, dua di antaranya dalam perawatan intensif.

Tonton video 'Gelombang Kedua Pandemi Corona di Australia':

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)