Di Tengah Pandemi Corona, Australia Mempermudah Visa Untuk Mahasiswa Asing

ABC Australia - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 14:19 WIB
Jakarta -

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.

Kebijakan Pemerintah Australia menutup perbatasan untuk mengatasi penyebaran COVID-19 telah menyulitkan banyak mahasiswa internasional, baik yang akan mulai, sedang menjalani, maupun yang telah menyelesaikan perkuliahan.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Pemerintah Australia di bawah pimpinan Perdana Menteri Scott Morrison melakukan sejumlah perubahan aturan visa.

Maksud perubahan ini adalah untuk tetap menjadikan Australia sebagai tujuan bagi mahasiswa berbagai negara yang ingin kuliah di luar negeri.

tehan.jpg

Menteri Pendidikan Dan Tehan (tengah) bersama PM Scott Morrison (kanan). (ABC News: Samantha Hawley)

Keberadaan vital mahasiswa asing

Menanggapi kebijakan ini, kelompok delapan perguruan tinggi ternama di Australia, yang dikenal sebagai 'Group of Eight' (Go8), menyambut baik karena akhirnya pemerintah mengakui perlunya fleksibilitas dalam urusan visa di tengah situasi COVID-19 saat ini.

Ketua Go8, Profesor Margaret Gardner AC, yang juga Rektor Monash University menyatakan fleksibilitas tersebut akan memastikan para mahasiswa yang terpaksa menjalani perkuliahan mereka di luar Australia, akan tetap berhak mengajukan permohonan visa kerja jenis post-study visa.

"Go8 sangat mendukung langkah ini. Pasca COVID-19 kemungkinan besar Australia akan menghadapi persaingan ketat dalam mendapatkan calon mahasiswa karena negara-negara lain juga akan melakukannya," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Australia harus tetap menjalin hubungan dengan negara lain karena dengan populasi hanya 25 juta jiwa, kita juga perlu mendapatkan akses pada keahlian dan keterampilan terbaik untuk melengkapi bakat-bakat kita sendiri," jelas Prof Gardner.

Sementara itu, CEO kelompok Innovative Research Universities (IRU) Conor King dalam sebuah pernyataan menyebutkan kebijakan ini menunjukkan pemerintah menyadari peran penting mahasiswa internasional dalam pemulihan Australia dari COVID-19.

"Mahasiswa internasional sangat vital bagi keberhasilan perguruan tinggi di Australia. Dengan berkurangnya mahasiswa internasional, maka berkurang pula dana yang diinvestasikan bagi riset dan kegiatan universitas lainnya," katanya.

"Universitas sangat perlu untuk membuka kembali pendaftaran mahasiswa asing, meskipun mereka harus kuliah online dari negaranya masing-masing," tambahnya.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)