Jutaan TKI Tak Berdokumen di Malaysia Makin Kesulitan Saat Pandemi Corona

ABC Australia - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 09:25 WIB
Jakarta -

Banyak dari jutaan tenaga kerja asal Indonesia yang tidak berdokumen di Malaysia menghadapi kesulitan di tengah pandemi COVID-19, sementara Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dianggap tidak memberikan bantuan maksimal untuk membantu mereka.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Migrant Care, sebuah LSM yang bergerak dalam masalah perlindungan pekerja migran Indonesia.

Dalam percakapan dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, Rabu kemarin (15/07), Alex Ong, Perwakilan Migrant Care di Malaysia mengatakan perekonomian di Malaysia masih sulit, meski sekarang pembatasan pergerakan orang di Malaysia sudah dicabut menyusul situasi COVID-19 yang terkendali.

"Banyak pekerja migran yang masih tidak bisa bekerja. Anak-anak, mereka yang sakit dan lansia adalah yang paling rentan," kata Alex.

Suasana antrian warga Indonesia yang datang mengurus dokumen di KBRI di Kuala Lumpur semasa pandemi COVID-19

Suasana antrian warga Indonesia yang datang mengurus dokumen di KBRI di Kuala Lumpur semasa pandemi COVID-19 (Facebook, KBRI - Kuala Lumpur, Malaysia)

KBRI Malaysia sudah memberikan bantuan

KBRI Kuala Lumpur mengatakan kepada ABC Indonesia jika mereka sudah melakukan berbagai hal untuk membantu TKI yang tak memiliki dokumen tersebut.

Koordinator fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat merinci beberapa hal yang sudah dilakukan untuk membantu warga Indonesia selama pandemi COVID-19.

"Sejauh ini peran KBRI dalam membantu warga antara lain memberikan keringanan biaya rumah sakit bagi yang sakit, menampung perempuan WNI yang perlu perlindungan di shelter [penampungan]," kata Agung.

"Kita juga membantu kepulangan mereka yang selesai kasus, membantu mengurus masalah terkait hak tenaga kerja, membantu mediasi dengan agen dan majikan."

Agung juga mengatakan KBRI Kuala Lumpur sudah membantu untuk mengontak keluarga pekerja migran, meminta keringanan untuk denda imigrasi, serta memverifikasi status kewarganegaraan bagi yang tak memiliki dokumen.

Untuk bantuan makanan, Agung mengaku jika KBRI Kuala Lumpur sejauh ini sudah mendistribusikan hampir 140 ribu paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

"Untuk saat ini operasi dalam skala besar kita hentikan sementara karena situasi yang relatif membaik," tambahnya.

Sementara bagi pekerja migran yang hendak pulang ke Indonesia, Agung mengatakan KBRI Kuala Lumpur telah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Agung mengatakan ada 1.900 SPLP yang sudah dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur selama pandemi COVID-19.

"Bagi yang kan pulang, KBRI mengingatkan kalau sudah pulang ke Indonesia, akan sulit kembali bekerja di Malaysia, mengingat kebijakan pengetatan perbatasan Pemerintah Malaysia saat ini,"

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)