Masih Ada yang ke Panti Pijat, Polisi Minta Warga Melbourne Patuhi Lockdown

ABC Australia - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 08:14 WIB
Melbourne -

Menteri Utama negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews meminta para pelanggar aturan pembatasan sosial untuk bersikap lebih baik lagi, setelah Melbourne mencatat 238 kasus virus corona, hari Rabu (15/07).

Seorang perempuan berusia 90-an menjadi orang ketiga yang meninggal akibat COVID-19 di Victoria dalam dua hari terakhir dan menambah jumlah kematian menjadi 27 orang.

Polisi telah menjatuhkan 546 denda dalam seminggu terakhir terhadap para pelanggar pembatasan sosial tahap ketiga, termasuk mereka yang tetap bermain judi, menggelar pesta, dan minum-minum di tempat umum.

Seorang warga didenda karena menolak meninggalkan restoran cepat saji KFC. Ada juga dua pria yang ketahuan bermain video game Pokemon GO.

KP Lockdwon Melbourne Kedua

"Beberapa orang keluar dari mobilnya dan berkeliling main Pokemon," ujar Rick Nugent dari kepolisian setempat.

"Masih ada pula yang tetap mengunjungi panti pijat atau melakukan kerja seks," katanya.

Pihak kepolisian mengaku sangat prihatin dengan warga yang tetap menggelar pesta dan pertemuan di rumah mereka.

"Kami menemukan warga yang sembunyi di lemari, atau di garasi. Kami minta agar berhenti," kata Rick.

Ia meminta warga untuk saling mendukung satu sama lain dalam mengatasi keadaan darurat di Victoria saat ini.

PIC TEASER Kabar Warga Indonesia di Victoria

Dia juga tidak mengesampingkan penerapan berbagai tahap pembatasan sosial untuk sejumlah wilayah di Melbourne.

Baca juga berita terkait pandemi corona

Penularan terkait JBS Abattoir dan panti jompo meningkat

Saat ini ada 105 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19, 26 di antaranya dalam perawatan intensif.

Dari tambahan kasus baru hari ini, 29 diketahui asalnya, sedangkan 209 masih diselidiki.

Profesor Sutton mengatakan gelombang kasus terbaru lebih sulit dikelola daripada gelombang pertama yang umumnya terkait dengan pendatang dari luar negeri sehingga lebih mudah dilacak.

"Gelombang penularan saat ini lebih rumit, sehingga tidak akan mudah menurunkan jumlahnya," katanya.

Penjelasan Tiga Tahapan Pelonggaran

Pelonggaran aturan pembatasan pergerakan aktivitas di Australia akan dilakukan secara bertahap.

Ia menjelaskan sekarang ada 21 kasus yang terkait dengan rumah potong hewan 'JBS Abattoir' di daerah Brooklyn.

Sebanyak sembilan kasus lainnya terkait dengan panti jompo 'Embracia Moonee Valley', serta dua kasus terkait dengan panti jompo 'St Basil' di Fawkner.

Lima kasus terkait dengan 'Steel Mains', sebuah pabrik baja di daerah Somerton, dan empat kasus berasal dari Peralatan Limbah di daerah Ardeer.

Andrews mengatakan antara 300 dan 400 orang dari sektor swasta bisa direkrut untuk bekerja bersama tim kesehatan masyarakat.

"Kami sudah mempekerjakan staf dari industri travel yang kehilangan pekerjaan," katanya.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)