Gonjang Ganjing Bisnis Warga Indonesia di Melbourne di Tengah Lockdown Kedua

ABC Australia - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:03 WIB
Jakarta -

Melbourne kembali mengalami 'lockdown' kedua kalinya, sejak hari Kamis (8/07), yang menyebabkan banyak bisnis kembali menghadapi kenyataan tidak menentu.

ABC Indonesia menghubungi lima orang asal Indonesia yang sekarang memiliki bisnis atau terlibat dalam kegiatan bisnis, untuk mengetahui keadaan mereka dan langkah apa yang akan mereka lakukan saat aturan pembatasan kembali diperketat.

Paulus Tedjalaksana adalah pemilik restoran Ny Ratna Kitchen yang berdiri sejak tahun 2016, sekarang sudah memiliki dua restoran di kawasan Ashwood dan Highet.

"Menurut saya lockdown kedua ini akan sangat parah buat perekonomian Victoria mengingat enam minggu adalah waktu yang cukup lama," kata Paulus kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, kemarin (9/07).

Paulus mengatakan dia bisa menerima keputusan pemerintah Victoria untuk menutup seluruh kawasan Metropolitan Melbourne karena meningkatnya kasus, walau dia tidak menduga hal tersebut akan dilakukan.

A map of Metropolitan Melbourne and the Mitchell Shire.

Metropolitan Melbourne and the Mitchell Shire will be subject to stage-three lockdown restrictions from July 9. (Foto: Supplied)

Seorang warga asal Indonesia lainnya di Melbourne, Victor Lalamentik terkena dampak langsung dari keputusan mendadak 'lockdown', karena semula ia sudah diterima untuk bekerja di akhir pekan di restoran Indonesia 'Nelayan' di pusat kota Melbourne

"Rencananya saya akan kerja part-time Sabtu Minggu di sana, sekarang mereka bilang tidak jadi karena pelanggan akan sepi karena tidak boleh makan di sana," kata Viktor.

Dengan lokasi di pusat keramaian di pusat kota Melbourne, restoran seperti Nelayan mengandalkan pada mereka yang berkegiatan di kota yang sebagian besar adalah mahasiswa dan turis.

Karena 'lockdown', restoran sekarang tidak lagi diperbolehkan menerima pelanggan makan di tempat selama enam pekan ke depan.

"Saya baru diberitahu bahwa saya tidak akan kerja, karena keadaan sekarang akan sepi lagi kebanyakan pelanggan mereka adalah mahasiswa," kata Victor yang baru setahunan berada di Australia.

Penjelasan Tiga Tahapan Pelonggaran

Pelonggaran aturan pembatasan pergerakan aktivitas di Australia akan dilakukan secara bertahap.

Namun Victor masih bersyukur bahwa dia masih memiliki pekerjaan di sebuah toko daging.

"Saya dari Senin sampai Jumat kerja di butcher Diamond Valley Pork," tambahnya.

"Cuma karena saya suka masak dan punya waktu juga, saya melamar juga untuk kerja di sana selama akhir pekan," ujarnya.

Toko daging termasuk kebutuhan pokok yang masih diperbolehkan berjualan sesuai peraturan Tahap Ketiga di Melbourne.

Karenanya Victor merasa bisnis ini masih dapat berjalan dengan baik.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)