Australia Pertimbangkan untuk Kurangi Jumlah Kedatangan Internasional

ABC Australia - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 08:50 WIB
Jakarta -

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan jumlah orang yang boleh memasuki Australia dari luar negeri mungkin akan dikurangi, untuk mengurangi beban setiap negara bagian saat melakukan karantina hotel.

Jumlah kedatangan internasional sudah jauh menurun sejak bulan Maret lalu, namun PM Morrison mengatakan akan membawa usulan pengurangan tersebut ke rapat Kabinet Nasional, Jumat besok (10/07).

PM Morrison tidak menyebut dengan jelas berapa jumlah kedatangan yang akan dikurangi, namun mengatakan yang akan dilakukan adalah "mengurangi jumlah", bukan menghentikan sama sekali kedatangan internasional.

"Masalahnya adalah berapa jumlah warga Australia yang kembali dan itulah sebabnya saya membawa usulan ini hari Jumat untuk pengurangan jumlah," katanya.

"Saat ini kita tidak mau semakin memberi tekanan kepada sistem yang ada, bila memang hal itu bisa dihindari."

Sejauh ini beberapa negara bagian di Australia sudah menetapkan pembatasan mengenai berapa jumlah penumpang internasional yang diperbolehkan mendarat.

Bahkan negara bagian Victoria sudah tidak lagi menerima penerbangan internasional sampai 14 Juli dan meminta kepada pemerintah Federal agar diperpanjang.

Penutupan kedatangan internasional di Victoria, dengan ibu kota Melbourne, diperkirakan mempengaruhi kedatangan 65 penerbangan internasional.

Kedatangan para penumpang yang kemudian menjalani karantina di hotel menjadi salah satu sebab meningkatnya kasus COVID-19 di Melbourne dalam sepekan terakhir.

Di Sydney, pemerintah negara bagian New South Wales sudah menerapkan pembatasan hanya 450 penumpang yang bisa mendarat di Bandara Sydney setiap harinya.

Pembatasan kedatangan internasional

"Saya tahu ini sulit namun akhirnya kita harus punya kebijakan jelas mengenai apa yang terjadi di perbatasan kita dan mereka akan dipulangkan dengan biaya sendiri."

Pertanyaan Seputar Virus Corona

Dia juga mengatakan warga Tasmania yang kembali dari Victoria tidak bisa lagi menjalani karantina di rumah sendiri.

"Warga Tasmania yang berada di Victoria selama 14 hari sebelumnya akan ditempatkan dalam karantina di salah satu hotel yang ditunjuk pemerintah," katanya.

Sementara itu di ibukota Canberra hari Rabu (8/7/2020), tiga warga yang berasal dari satu rumah dinyatakan positif tertular virus corona.

Ini adalah kasus pertama di Kawasan Ibu Kota Australia (ACT), setelah sebulan tidak mencatat angka penularan.

Ketiga kasus tersebut terkait dengan penularan virus corona yang ada di Victoria.

Premier ACT Andrew Barr mengatakan ketiga orang tersebut berusia 20 tahunan, sudah menjalani karantina mandiri setelah mereka menunjukkan gejala.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)