Aturan COVID-19 di Victoria Diperketat Lagi, Pelaku Bisnis Asal Indonesia Tak Terpengaruh

ABC Australia - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 08:18 WIB
Canberra -

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.

Victoria kini mencatat 20 kasus baru virus corona dengan enam wilayah di pinggiran kota Melbourne dinyatakan sebagai 'hotspot' penularan.

Badan otoritas kesehatan di negara bagian Victoria yakin pertemuan keluarga menjadi penyebab meningkatnya penularan virus corona.

Sebagai responnya, Pemerintah Victoria memperketat kembali sejumlah peraturan untuk menekan angka penularan, termasuk jumlah orang yang bisa diundang ke rumah.

Apa saja perubahannya

  • Tamu yang diundang hanya boleh lima orang dalam waktu yang sama
  • Pertemuan di luar ruangan dibatasi hanya 10 orang

Sebelumnya jumlah orang yang boleh bertemu, baik di dalam atau luar ruangan, sempat dinaikkan menjadi 20 orang setelah pembatasan dilonggarkan.

Restoran, pub, pusat komunitas, perpustakaan, museum, masih hanya dibatasi hingga 20 orang.

Pusat kebugaran dan bioskop sudah boleh kembali buka, maksimum dikunjungi 20 orang, namun harus memenuhi juga syarat ada jarak empat meter persegi per orang.

Tiga warga Indonesia di Melbourne menceritakan bagaimana mereka kembali menjalankan bisnis dan profesinya di saat aturan kembali diperketat.

Sylvia Lokollo, pemilik pusat kebugaran

Sylvia gym

Sylvia mengatakan beberapa pelanggannya belum berani datang ke tempat gym karena masih bekerja dari rumah. (Koleksi pribadi)

"Kami selalu menaati aturan Pemerintah, yaitu memastikan ada jarak 1,5 meter di antara orang-orang, tidak boleh bersalaman, dan sebagai agen harus membawa hand sanitiser dan desinfektan dalam bentuk spray," kata Nathan.

Menurut pengamatan Nathan, di masa pandemi virus corona, aktivitas di sektor properti di Australia menurun karena keraguan penjual dalam meletakkan aset mereka di pasar.

"Banyak orang tidak mau melakukan transaksi dan melihat pergerakan pasar dulu," katanya.

"Dalam situasi seperti ini, memang ada orang yang rugi ketika menjual, tapi tetap saja juga ada yang memborong. Dan walaupun aktivitas di pasar berkurang, ternyata tidak seburuk yang kami perkirakan."

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)