Setelah Pandemi Corona Banyak yang Ingin Gabungkan Kerja dari Rumah dan Kantor

ABC Australia - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 14:35 WIB
Jakarta -

Di awal tahun 2020, tidak banyak yang membicarakan apakah rumah bisa menjadi tempat kerja.

Kerja dari Rumah atau Kantor

  • Survei menunjukkan pandemi COVID-19 mengubah perilaku kita mengenai pekerjaan
  • Hampir 60 persen responden menghendaki kerja dari rumah dan juga kerja dari kantor
  • Pekerja yang lebih senior yang paling tidak ingin kembali ke kantor

Namun pandemi COVID-19 telah memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah, dengan sebagian ingin terus melanjutkannya, walau tidak lima hari seminggu.

Sebuah penelitian terbaru di Australia menyebutkan ebagian besar pekerja ingin kembali ke kantor ketika pembatasan sudah sepenuhnya dilonggarkan.

Namun mereka hanya mau bekerja dua tiga hari di kantor, sisanya bekerja dari rumah.

"Saya kira yang terjadi sekarang adalah perubahan pemikiran bagaimana kita bekerja selama ini dan menemukan model kerja mana yang paling efektif," kata Chris Mattey dari perusahaan konsultan Boston Consulting Group.

Bagi mereka yang bisa bekerja dari rumah, antara 41 sampai 60 persen mengatakan akan memilih untuk bisa bekerja satu atau dua hari dari rumah.

Mereka yang berusia di atas 60 tahun paling banyak memilih kerja dari rumah, mengatakan kalau bisa 81 sampai 100 persen dari waktu kerja mereka

A young man in a white shirt and dark blue suit without a tie smiles at the camera in a room.

Supllied: Chris Mattey dari Boston Consulting Group mengatakan karena pandemi COVID-19, pekerja sekarang mempertimbangkan cara kerja mereka selama ini.

Penelitian ini menemukan beberapa hal yang menarik mengenai tingkat kepuasan bekerja dari rumah berkenaan dengan usia seseorang.

  • Mereka yang berusia di atas 50 tahun mengatakan mereka tidak lebih produktif dan mengalami sedikit sekali hal yang positif dengan bekerja dari rumah
  • Orang tua dan mereka yang harus mengasuh anak merasa lebih produktit dan sukses bekerja dari rumah, namun tidak menemukan cara baru dalam melakukan pekerjaan mereka
  • Pria lebih ingin kembali ke kantor dibandingkan staf perempuan (62 persen dibandingkan 53 persen) karena lebih kurang terganggu di kantor dan juga lebih mudah bekerjasama di kantor
  • Pekerja yang lebih muda lebih siap kenbali ke kantor, dengan 66 persen dari yang berusia 18-30 tahun lebih 'semangat' kembali ke kantor dibandingkan 47 persen yang berusia 51 sampai 60 tahun

Menurut Chris Mattey dari Boston Consulting Group, perusahaan yang tidak memberikan kesempatan kepada karyawan mereka untuk bekerja dari rumah di masa depan akan mengalami kesulitan mendapatkan pekerja dengan keterampilan tertentu.

"Mereka yang terampil akan lebih tertarik bekerja di tempat yang mengadopsi cara kerja baru," katanya.

"Kita sudah melihat hal ini terjadi di sektor teknologi seperti IT."

"Perusahaan yang tidak fleksibel dalam soal tempat kerja ini akan kesusahan nantinya mendapat pekerja."

Tonton juga video 'Permintaan Tinggi, WHO Khawatir akan Beredar Dexamethasone Palsu':

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

(ita/ita)