Susahnya Cari Kerja di Australia, Apakah Kuliah Lagi Ide yang Bagus?

ABC Australia - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 13:49 WIB
Jakarta -

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman akan banyaknya pengangguran, banyak anak-anak muda di Australia yang memilih untuk sekolah lagi.

KP Pascasarjana

  • Karena pandemi, pendaftaran program pascasarjana meningkat di beberapa universitas di Australia Barat
  • Kelangkaan pekerjaan di Australia mendorong mahasiswa untuk 'belajar lagi'
  • Tapi pakar ekonomi mengatakan kuliah tanpa alasan yang jelas bukanlah keputusan baik

Hal ini terlihat dari meningkatnya pendaftaran program pascasarjana, yakni S-2 dan S-3, di beberapa universitas di Australia Barat.

Seperti yang terjadi di University of Western Australia, Notre Dame, dan Curtin University di kota Perth, dimana jumlah pendaftaran siswanya meningkat 34 persen dari tahun lalu.

Salah satu mahasiswa di Australia Barat yang melanjutkan studinya adalah Cameron Carr.

A young man sits at a desk wearing a dark green shirt looking at pages.

ABC News: Evelyn Manfield: Masuk kuliah lagi artinya lebih banyak berutang pada pemerintah, tapi menjadi pilihan yang bisa Cameron lakukan saat ini.

Penelitian dari 'Centre for Social Impact' di Australia menyarankan mahasiswa di tahun terakhir untuk melanjutkan kuliah, agar lebih mudah menembus pasar kerja di saat akan banyak kesempatan.

Namun, ahli ekonomi Conrad Liveris mengatakan selain biayanya yang mahal, di beberapa bidang pekerjaan, sebenarnya studi lanjutan juga tidak diperlukan.

"Melanjutkan kuliah hanya karena alasan belajar bukan keputusan yang baik," kata Conrad.

"Keputusan untuk melakukannya betul-betul harus dipikirkan baik-baik. Apakah gelar yang didapatkan nantinya akan membuka peluang karier masa depan?"

Menurutnya, meskipun kini Pemerintah menawarkan banyak potongan harga, uang kuliah di Australia masih relatif mahal, yaitu di kisaran AU$20,000 (Rp193 juta) sampai AU$50,000 (Rp483 juta) untuk program S2 atau S3.

"Hal lain yang harus jadi pertimbangan adalah waktu, selain dari pengorbanan emosi dan tenaga," tambah Conrad.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)