80 Persen Anak Australia di Bawah Empat Tahun Sudah Main Internet

ABC Australia - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 13:23 WIB
Canberra -

Penelitian oleh eSafety Australia menunjukkan sekitar 81 persen anak prasekolah Australia sekarang sudah menggunakan internet secara rutin.

Peneliti anak usia dini di Australia, Profesor Susan Edwards mengatakan kehadiran teknologi layar sentuh telah terbukti menjadi faktor penting penentunya.

Teknologi ini menghilangkan penghalang akses teknologi yang dulunya ditawarkan oleh 'mouse' dan 'keyboard'.

"Anak-anak yang berusia sangat muda tidak memiliki kapasitas motorik fisik yang baik. Mereka tidak memiliki keterampilan literasi," katanya kepada ABC Radio National.

"Petunjuk audio, perintah audio, video semua hal itu menjadikan layar sentuh sebagai teknologi yang sangat mudah diakses bagi anak-anak yang benar-benar muda."

Dan yang disebut "muda" oleh Profesor Edwards adalah mereka yang berusia empat tahun ke bawah.

Toddler Ethan Fogarty uses an app on his dad's iPhone.

iStockPhoto | romrodinka: Seorang balita menggunakan salah satu aplikasi dari perangkat iPhone ayahnya.

Satu hal positif dari krisis COVID-19 saat ini, menurut Susan Danby dari Queensland University of Technology di Australia adalah terciptanya perdebatan soal anak-anak muda dan perangkat digital.

Sebelum pandemi virus corona diskusinya masih terbatas antara mereka yang optimis soal teknologi dengan mereka yang khawatir teknologi digital justru akan mencuri masa kanak-kanak dan berdampak buruk bagi proses mereka dalam belajar dan berinteraksi.

"Sekarang perdebatannya adalah 'kita hidup di saat digital menjadi sangat penting, jadi, bagaimana kita bisa membuat pengalaman ini sebaik mungkin'," jelas Profesor Danby.

Profesor Danby baru-baru ini ditunjuk untuk memimpin proyek baru milik 'Australian Research Council' senilai $35 juta dengan mendirikan 'Centre of Excellence for the Digital Child'.

"Fokus utama kami adalah anak-anak yang di awal sekolah, yang sangat sedikit dilakukan baik di internasional atau juga nasional," katanya.

Pusat ini sedang merencanakan studi jangka panjang selama enam tahun terhadap 3.000 keluarga, yang akan mengikuti pengalaman sekelompok anak-anak yang sangat muda ketika mereka pertama kali mulai menemukan teknologi digital.

Beberapa penelitiannya adalah untuk mengetahui apa artinya menjadi warga digital bagi anak berusia lima tahun, termasuk masalah privasi.

Studi ini akan dimulai di Australia pada tahun 2021 mendatang.

(ita/ita)