'Black Lives Matter' Memicu Kesadaran Soal Penindasan Warga Aborigin

ABC Australia - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 14:56 WIB
Canberra -

Desakan untuk merobohkan patung dan tugu peringatan tokoh kulit putih di Australia kini semakin menguat. Gerakan 'Black Lives Matter' memicu kesadaran mengenai penindasan terhadap warga Aborigin di masa lalu.

Pekan ini, pemerintah lokal Wellington Shire di negara bagian Victoria akan melakukan pemungutan suara untuk merobohkan tugu peringatan penjelajah Skotlandia Angus McMillan.

Sosok Angus dianggap telah terlibat dalam pembantaian massal terhadap warga Aborigin di Gippsland 170 tahun silam.

Salah satu pejabat setempat, Carolyn Crossley mengajukan mosi agar tugu McMillan di daerah Sale dan Stratford dirobohkan, jika disetujui, hal yang sama akan dilakukan juga untuk tugu-tugu di daerah Heyfield, Yarram, Port Albert, Bundalaguah, Bushy Park, Rosedale, dan Willung South.

"Kita harus rela, berdamai dengan masa lalu untuk menunjukkan bahwa kita peduli dan mengakui kehidupan orang kulit hitam penting di tahun 1843, sama seperti sekarang," kata Carolyn seperti dilaporkan ABC News.

"Langkah itu harus dimulai dari kita, masyarakat kulit putih. Kita tidak boleh berpangku tangan," ujarnya.

Carolyn menjelaskan sejumlah tugu dan patung dibangun di tahun 1920-an untuk memuliakan sosok Angus McMillan dan meletakkan jejak imperialis di kawasan Gippsland.

Signs on the Angus McMillan cairn in Sale

Supplied : Tugu peringatan penjelajah Skotlandia Angus McMillan kini jadi perdebatan di lingkup pemerintah lokal di Victoria, karena keterlibatannya dalam pembantaian massal terhadap warga aborigin 170 tahun silam.

"Dibutuhkan langkah lebih dari sekadar merubuhkan patung," katanya.

Sebelumnya, pemuka masyarakat Gunai Kurnai telah melobi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Australia untuk mengubah nama daerah pemilihan (dapil) McMillan untuk kawasan itu.

Lobi tersebut berhasil dan nama dapilnya sudah diubah menjadi Dapil Monash pada tahun 2018.

"Tugu ini merupakan peringatan penjajahan yang menjijikkan bagi orang Aborigin di Gippsland," kata Roger Fenwick, tokoh Aborigin setempat.

"Kami menyambut baik karena hal ini dibicarakan sekarang dan aksi-aksi damai beberapa minggu terakhir terus berdampak," katanya.

Sosok penjelajah asal Skotlandia Angus McMillan diketahui terkait dengan pembantaian orang Aborigin di Warrigal Creek dan di lokasi lain dekat Woodside dan Port Albert pada tahun 1843. Sedikitnya 300 orang Aborigin terbunuh dalam peristiwa itu.

Pembunuhan massal terhadap orang Aborigin juga terjadi di Boney Point dan Hollands Landing antara tahun 1840-1842.

Ikuti informasi terbaru dari Australia di ABC Indonesia.

(ita/ita)