'Black Lives Matter' Mendorong Patung Figur Kolonial Australia Diturunkan

ABC Australia - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 14:35 WIB
Canberra -

Serangkaian unjuk rasa terkait 'Black Lives Matter' yang digelar di sejumlah kota-kota besar di Australia selama akhir pekan lalu telah mendorong agar patung yang dianggap menyakitkan warga Aborigin diturunkan.

Di jejaring sosial beredar luar seruan untuk menurunkan patung-patung yang dianggap sebagai penjajah, penjelajah, dan tokoh-tokoh dari era kolonial.

Diantaranya adalah patung Lachlan Macquarie dan Kapten James Cook di Sydney, New South Wales.

Begitu juga dengan patung mantan perdana menteri Australia, Charles Cameron Kingston yang berada di Victoria Square di Adelaide, ibukota negara bagian Australia Selatan, tempat warga berunjuk rasa Sabtu lalu (6/06).

Sosok Charles telah dianggap salah satu tokoh yang terlibat dalam kebijakan "White Australia", saat hanya orang kulit putih yang bisa bermigrasi ke Australia.

Perempuan Aborigin dari suku Adnyamathanha dan Ngarrindjeri, Jacinta Koolmatrie mengunggah foto Charles di akun jejaring sosialnya.

"Adakah yang juga merasa patung-patung di kota mereka sebagai target setelah melihat banyak patung yang diturunkan? Saya punya," ujarnya yang berprofesi sebagai arkeolog di akun Twitter-nya.

"Charles Cameron Kingston kemungkinan akan menjadi salah satu dari mereka di Adelaide. Dia dianggap pencetus White Australia Policy."

Dorongan untuk menurunkan patung muncul setelah pengunjuk rasa 'Black Lives Matter' di Inggris menurunkan secara paksa patung penjual budak di abad ke-17, Edward Colston, ke perairan Bristol Harbor di akhir pekan yang sama.

Patung dari penjual budak Robert Milligan juga diturunkan di London, Selasa kemarin (9/06).

Patung tokoh-tokoh di era kolonial juga telah diturunkan di beberapa kota di Amerika Serikat, termasuk di Richmond, Virginia, dan Louisville, Kentucky.

Aktris yang pernah meraih penghargaan asal Australia Selatan, Natasha Wanganeen, adalah warga Australia yang menyerukan penurunan patung Charles Cameron Kingston di Adelaide.

Arlene mengaku jika patung mantan PM Barton selalu menjadi masalah bagi dirinya dan keluarganya.

Patung perdana menteri pertama Australia itu jarak lokasinya dekat sebuah monumen kecil di situs pemakaman Aborigin.

"Kita tentu tidak akan pernah menaruh patung Hitler di kawasan Yahudi" katanya.

"Itu adalah situs pemakaman dan Anda menempatkan sosok kulit putih di situs pemakaman Aborigin - itu tidak tepat."

Simak berita-berita lainnya dari Australia hanya di ABC Indonesia.

(ita/ita)