Warga Indonesia di Australia Selatan Kembali Beraktivitas, Meski Belum Normal

ABC Australia - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 07:19 WIB
Jakarta -

Hari ini (11/05), sejumlah tempat bisnis, kuliner, dan institusi pendidikan telah mulai dibuka di negara bagian Australia Selatan. Sejumlah warga Indonesia memberikan tanggapan setelah mereka diam di rumah selama hampir dua bulan.

Australia Selatan, dengan ibukota Adelaide, pernah mencetak rekor dengan tidak mencatat kasus baru virus corona dalam 14 hari, meski satu kasus kemudian tercatat Kamis lalu (7/05), yakni seorang pria yang baru pulang dari Inggris akhir Maret.

Karena penularan virus corona dianggap telah menurun, Pemerintah Australia Selatan melonggarkan sejumlah aturan mulai awal pekan ini, namun dilakukan bertahap.

Restoran dan cafe telah diperbolehkan melayani makan di tempat asalkan di luar ruangan.

Universitas, sekolah kejuruan, perpustakaan umum, kolam renang, pusat keagamaan serta gedung pertemuan warga juga sudah mulai dibuka.

Eviani, ibu dari dua orang anak di Adelaide asal Indonesia merasa lega karena aturan pembatasan aktivitas warga sudah menjadi lebih longgar.

Wira Yanti dan kedua anaknya

Wira Yanti dan keluarganya gemar ke restoran dan kafe bersama keluarganya, namun kini ia merasa tetap harus berhati-hati. (Koleksi Claudia Lengkey)

Cerita inspiratif dari warga Indonesia yang memilih membantu satu sama lain saat menghadapi pandemi virus corona.

Kembali bekerja ke kantor

Bagi beberapa warga Adelaide, seperti Heny, yang juga asal Indonesia, pelonggaran aturan berarti waktunya untuk kembali ke tempat kerja setelah sekian lama bekerja dari rumah.

Kepada ABC Indonesia, ia mengatakan bekerja dari rumah menjadi pengalaman pertama kalinya, setelah ia bekerja selama 10 tahun di bidang pendidikan di Adelaide.

"Working from Home sifatnya manageable [dapat diatur], meskipun kadang cenderung jam kerjanya lewat waktu," ujarnya kepada Natasya Salim.

Heny juga mengatakan ada hal lain yang membuatnya "frustrasi", seperti internet yang lambat.

Meski sudah kembali ke beraktivitas di luar rumah, Heny dan keluarga tetap berencana untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

"Belum ada rencana untuk keluar-keluar, karena kalau sampai ada second wave nanti lebih parah lagi."

Masjid tetap tutup

Pusat keagamaan, seperti gereja dan masjid juga termasuk tempat-tempat yang sudah boleh kembali beroperasi.

Komunitas Muslim di Australia Selatan awalnya berharap jika pelonggaran ini berarti memperbolehkan mereka beribadah di masjid menjelang akhir bulan Ramadan.

Namun kini tinggal harapan, karena jumlah orang yang bisa datang ke pusat keagamaan dibatasi hanya 10 orang.

Pengaturan jarak antara individu dalam satu ruangan juga masih dibatasi, yakni 2 x 2 meter persegi.

Oleh karena itu, Islamic Society of South Australia dalam pernyataannya mengatakan masih akan tetap menutup masjid-masjid mereka.

"Kami paham akan harapan itu namun kami telah mempertimbangkan risiko dan penerapan peraturan hingga akhirnya membuat keputusan ini," demikian pernyataan Islamic Society of South Australia.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)