Warga Australia Sudah Boleh Mulai Bertemu, Namun Jumlahnya Masih Dibatasi

ABC Australia - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 15:06 WIB
Canberra -

Menyusul pengumuman pelonggaran pembatasan kegiatan warga di Australia yang diumumkan hari Jumat oleh Perdana Menteri Scott Morrison, semua negara bagian sudah mulai menjelaskan bagaimana penerapannya di wilayahnya masing-masing.

Pelonggaran di Negara Bagian Australia

Pesta pernikahan juga bisa dilangsungkan dengan kehadiran 10 orang tamu, sementara untuk upaca pemakaman bisa dihadiri 20 orang bila dilakukan di dalam ruangan dan 30 orang bila dilakukan di luar ruangan.

Untuk acara keagamaan, 10 orang boleh hadir ditambah dengan jumlah orang yang memimpin jalannya acara.

Premier Daniel mengatakan pemerintah Victoria juga sedang dalam taraf akhir perencanaan untuk mengembalikan murid-murid ke sekolah, yang diharapkan dapat terjadi sebelum akhir kwartal kedua.

Selama ini, warga Victoria hanya boleh meninggalkan rumah untuk empat alasan, yaitu bekerja atau sekolah jika tidak mungkin dilakukan dari rumah, belanja kebutuhan bahan pokok, olahraga, serta tindakan medis dan layanan kesehatan.

Menurut Premier Daniel, dengan perubahan yang diumumkan hari ini, berarti ada alasan kelima bagi warga Victoria untuk meninggalkan rumah mereka yaitu mengunjungi teman dan sanak keluarga.

"Ini tidak berarti anda harus bertemu dengan teman-teman yang berlainan terus setiap hari." katanya.

Perubahan ini akan berlaku sampai sekurangnya akhir Mei.

Premier Daniel mengatakan sudah ada 161 ribu warga di negara bagian Victoria yang dites virus corona dalam dua minggu dan hasilnya menunjukkan penularan yang relatif kecil.

Namun Premier Daniel tetap mengingatkan jika penyakit COVID-19 masih ada di dalam masyarakat, sehingga tindakan berhati-hati tetap diperlukan.

Rows of empty wooden seats on green carpet

Kegiatan keagamaan seperti ke gereja diperbolehkan lagi, namun hanya untuk 10 orang. (ABC News: Sofie Wainwright)

Sementara itu di negara bagian Queensland sekitar 250 ribu murid sekolah mulai kembali ke sekolah masing-masing, mulai Senin (11/5).

Setiap sekolah diberi kebebasan sendiri-sendiri untuk menerapkan aturan bagaimana melakukan protokol kesehatan guna memastikan sekolah mereka aman dari COVID-19.

Banyak murid akan diperiksa suhu tubuhnya ketika memasuki kelas, sementara sekolah lain akan mengecek dengan memberikan serangkaian pertanyaan untuk memastikan mereka sehat.

Para guru diharapkan untuk menerapkan social distancing semaksimal mungkin bahkan untuk murid-murid dari kelas dini seperti TK dan kelas 1.

Pemerintah Queensland mengatakan bila semuanya berjalan sesuai rencana, maka siswa lain akan mulai kembali ke kelas mulai hari Senin 25 Mei.

Peraturan dimulainya kembali ke sekolah ini akan dikaji lagi hari Jumat.

Dimulainya sekolah di Queensland terjadi di tengah tidak adanya kasus baru selama 24 jam terakhir, dan mereka yang positif menderita di sana adalah 18 orang.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)