Jasa Pindahan Rumah di Australia Meningkat, Ada Kaitan dengan KDRT

ABC Australia - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 07:50 WIB
Canberra -

Ketika penyedia jasa pindah rumah, John Siaki, menyaksikan seorang pria memukuli istrinya, dia sangat terkejut sehingga merasa perlu melakukan sesuatu.

"Saya merasa tidak berdaya ... seakan-akan saya yang dipukuli," kata John Siaki.

"Saya keluar dari rumah itu sambil merasa bukan seperti Superman atau Batman atau pahlawan super lainnya."

Kejadian itu berlangsung beberapa tahun yang lalu, ketika John Siaki masih bekerja sebagai kontraktor pengiriman barang-barang dari rumah.

"Tumbuh di komunitas Kepulauan Pasifik kami harus menghormati semua perempuan, terlepas dari berapa usia mereka, tetapi ada hal yang disebut rasa hormat dalam budaya kami," katanya.

Saat pulang ke rumah hari itu, ia bertanya kepada istrinya apa yang harus dia lakukan.

"Istri saya kemudian berkata, 'Kamu punya truk, jadi pakailah itu [untuk membantu]'."

Sekarang, truknya dan timnya digunakan untuk membantu korban kekerasan dalam rumah tangga untuk keluar dari kekerasan yang dialami mereka.

Dia mengatakan perusahaan penyedia jasa pindahan miliknya, Siaki and Sons, yang berbasis di Ipswich, Queensland, Australia sebelumnya melayani permintaan rata-rata empat kali seminggu.

Tetapi selama dua bulan terakhir, terjadi kenaikan permintaan jasanya sampai sepuluh kali dalam satu minggu.

Eto Saursoo and Nathan Siaki lift a wardrobe into the back of a moving truck.

Eto Saursoo dan Nathan Siaki membantu korban KDRT pindah rumah. (Baz Ruddick)

Di lain waktu, pelakunya malah sudah berada di dalam tahanan.

"Mereka selalu menceritakan kisah lengkapnya, kita tidak memintanya, tetapi mereka menyampaikannya," katanya.

"Anda dapat mendengar dari nada suaranya mereka benar-benar serius dan mereka membutuhkan bantuan, kami harus mengambil langkah untuk mengeluarkan orang itu.

"Kami mengangkut apa pun yang dia inginkan tetapi apa pun yang kami pikir akan bermanfaat."

"Beberapa barang yang kami ambil tidak diinginkan klien karena mungkin ada beberapa kenangan buruk yang melekat padanya."

John Siaki mengatakan barang-barang yang tidak diinginkan itu sering disumbangkan ke badan amal.

Artikel ini diterjemahkan dari versi Bahasa Inggris yang dapat dibaca di sini.

(ita/ita)