Tertular Semangat Gotong Royong, WNA di Indonesia Ikut Bantu Warga Lokal

ABC Australia - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 13:18 WIB
Jakarta -

Ada sejumlah warga asing yang tidak pulang ke negaranya dan memilih untuk tetap tinggal di Indonesia saat pandemi virus corona. Mereka ikut membantu warga Indonesia dalam menolong sesama yang mengalami kesulitan.

Semangat gotong-royong yang dilakukan oleh sesama warga negara Indonesia selama pandemi COVID-19 telah menginspirasi warga ekspatriat, atau warga negara asing di Indonesia.

Seperti yang diakui Tara McGowan, dosen di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang tergerak membantu warga setelah melihat orang-orang membagikan kebutuhan pokok kepada pengendara motor di jalanan.

"Hampir setiap kali dalam perjalanan ke supermarket, saya melihat sebuah mobil berhenti di pinggir jalan dan ada keluarga yang membagikan kardus makanan kepada pengendara motor yang lewat," kata Tara yang sudah tinggal di Yogyakarta sejak tahun 2006.

"Ada juga teman saya pemilik restoran, setiap hari Rabu ia membagikan sekitar 150 makanan untuk perawat dan dokter di UGD sebuah rumah sakit," kata Tara memberikan contoh lain.

Tara mengatakan, apa yang dilakukan warga Indonesia ini telah mendorongnya untuk juga berbagi.

A woman and her daughter who are wearing a mask, handing food to another woman who is not wearing a mask.

Supplied: Tara dan keluarganya telah melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk menolong tetangga mereka.

Sebagai seorang ekspatriat yang sudah memiliki ikatan yang kuat dengan desa tempat tinggalnya di Yogyakarta, Tara yang menyaksikan sendiri kesulitan warga di sekitarnya tidak dapat tinggal diam.

"Di satu sisi, saya adalah warganegara Australia yang tinggal di Indonesia. Namun, di sisi lain, saya merasa sangat dekat dengan orang-orang di sini," kata Tara kepada Natasya Salim dari ABC News.

"Jadi, saya bisa melihat aktivitas mereka dan apa yang mereka makan. Hati saya hancur melihat warga harus berbuka puasa setiap hari dengan mie instan."

Sementara bagi Amanda yang menikah dengan seorang pria Bali, meninggalkan provinsi yang sudah dekat dengan hatinya tidak pernah menjadi pilihan.

"Keluarga dan teman-teman saya sudah menyuruh saya pulang [ke Australia], tapi Bali adalah rumah saya dan tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk meninggalkannya."

Simak berita lainnya di ABC Indonesia dan ikuti kami di Facebook dan Twitter.

(mae/mae)