Negara dengan Pemimpin Perempuan Lebih Berhasil Tangani Krisis Virus Corona?

ABC Australia - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 11:32 WIB
Jakarta -

Sejumlah negara yang pemerintahannya dipimpin Perempuan, dinilai berhasil menangani COVID-19. Apakah faktor kepemimpinan perempuan dalam politik turut menentukan?

Pemimpin Perempuan dan COVID-19

  • Negara yang sejauh ini berhasil atasi COVID-19 memiliki pemimpin perempuan, di antaranya Jerman, Selandia Baru dan Taiwan
  • PM Selandia Baru Jacinda Ardern disebut sebagai pemimpin dunia paling efektif saat ini
  • Pemimpin perempuan dianggap memiliki gaya komunikasi yang lebih bersahabat dan empatik

Ataukah sebenarnya ada faktor-faktor lain yang menyebabkan keberhasilan tersebut?

Sejauh ini di negara seperti Jerman yang memiliki Kanselir Angela Merkel, walau kasus positif corona tinggi namun tingkat kematian jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara dengan penduduk yang hampir sama jumlahnya yaitu Spanyol, Prancis, Italia dan Inggris.

Di Selandia Baru, Perdana Menteri Jacinda Ardern menurut sebuah majalah politik terkenal di Amerika Serikat The Atlantic adalah kepala pemerintahan yang paling efektif di dunia saat ini.

Selandia Baru dengan cepat menutup perbatasan negara tersebut dan menerapkan keadaan darurat tertinggi guna mencegah masuknya virus corona, dan minggu depan akan melakukan pelonggaran setelah berhasil menahan penyebaran, dengan 1107 kasus dan 13 kematian sejauh ini.

Di Australia dua Premier (pemimpin negara bagian) adalah perempuan, yaitu Gladys Berejeklian di New South Wales, dan Annastacia Palaszscuk di Queensland.

Bersama dengan menteri utama (premier) lain, mereka bekerja sama dengan pemerintah Federal Australia sejauh ini bisa mencegah menyebarnya COVID-19 dengan cepat.

Di Taiwan, kawasan yang terdekat dengan China asal pertama virus corona, Presiden negara tersebut adalah juga perempuan yaitu Tsai Ing-wen, dan angka penyebaran di kawasan kepulauan tersebut juga rendah yaitu 422 kasus dan 6 kematian.

Smiling and waving, Taiwanese President Tsai Ing-wen at a polling station.

Walau letaknya paling berdekatan dengan China, Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Tsai Ing-wen berhasil menangani penyebaran COVID-19 di sana. (AP: Michael Kappeler, pool)

Di sisi lain, menurut Hani Yulindrasari, apa yang ditunjukkan oleh para pemimpin perempuan tersebut sebenarnya tidak eksklusif bagi mereka saja.

"Gaya komunikasi yang mencerminkan kerendahan hati, kebersamaan, kohesivitas sosial ini diasosiasikan dengan gaya kepemimpinan yang feminin."

"Pemimpin laki-laki pun bisa memiliki kepemimpinan yang feminin."

"Dalam situasi pandemik seperti ini, diharapkan lebih banyak lagi pemimpin, baik laki-laki ataupun perempuan, memiliki kepemimpinan feminin yang mengutamakan kepedulian terhadap kemanusiaan," katanya.

Simak berita-berita lainya dari ABC Indonesia

(ita/ita)