Tantangan Sekolah di Rumah Bagi Orangtua Migran di Australia

ABC Australia - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 13:18 WIB
Canberra -

Sejumlah negara bagian di Australia, seperti New South Wales dan Victoria, telah meminta murid-murid sekolah belajar dari rumah. Menjadi tantangan bagi keluarga migran untuk membimbing anak-anaknya selama menjalankan kegiatan sekolah dari rumah.

Saat diterima menjadi mahasiswa PhD di University of Melbourne di tahun 2016, Bahruddin Jamil asal Yogyakarta membawa serta istri dan dua anaknya ke Australia.

Kini, kedua anaknya, Malya Nazala Jagaddhita, 9 tahun, duduk di kelas 4, sementara adiknya, Nararya Maulana Khalfani, 6 tahun, duduk di kelas 1 di Brunswick North West Primary School, Melbourne.

Keduanya mulai menjalani sekolah di rumah mulai Rabu minggu lalu.

Kendala bahasa sampai ruangan yang terbatas

Menyadari kedua anaknya sangat kehilangan suasana sekolah dan teman-teman mereka di sekolah, Bahruddin berusaha menciptakan suasana sekolah di rumahnya.

Sebelum sekolah dimulai, ia sengaja memutarkan lagu kebangsaan Australia, sebagai pengganti 'assembly', semacam upacara sekolah, yang biasanya menandai pembukaan hari pertama sekolah.

Bahruddin berprofesi sebagai dosen di Indonesia, tapi mengajar anak-anaknya bukanlah perkara yang mudah.

Sebagai orang Indonesia, Bahruddin mengalami kesulitan saat harus mengajarkan kedua anaknya yang sudah terbiasa dengan Bahasa Inggris di sekolah mereka.

"This is school, Dad. You have to speak English," tutur Bahruddin menirukan protes Nararya saat ia mengajarkan pelajaran dalam Bahasa Indonesia.

"Saya memang kesulitan mengajarkan mata pelajaran tertentu, seperti matematika misalnya, dalam Bahasa Inggris karena keterbatasan kosakata yang saya kuasai," kata Bahruddin kepada Hellena Souisa dari ABC News.

Suasana belajar di rumah

Sarah Collard: Menurut Jamil Bahruddin, selain keterbatasan ruangan, tantangan terbesar proses belajar di rumah adalah rasa bosan. (ABC News)

Layanan Penerjemahan dan Penerjemahan gratis juga tersedia di seluruh Australia untuk membantu orangtua dan wali yang memiliki pertanyaan.

"Kami juga menargetkan keberadaan penyiar radio bahasa komunitas untuk memberi saran kepada komunitas dari latar belakang bahasa, selain Bahasa Inggris tentang bagaimana menggunakan dari bahan-bahan Learning from Home," kata juru bicara itu.

Departemen Pendidikan dan Pelatihan Victoria mengatakan sekolah-sekolah Victoria telah "dipersiapkan dengan baik" untuk mendukung siswa belajar dari rumah dalam jangka waktu dua tahun, serta anak-anak yang perlu melanjutkan sekolah di tempat tersebut.

"Orang tua tidak diharapkan untuk mengajar anak-anak mereka, tetapi dapat membantu dengan menyediakan ruang bagi siswa untuk belajar serta rutinitas yang konsisten untuk mendukung pembelajaran," kata seorang juru bicara.

Departemen Pendidikan Victoria juga telah membuat informasi belajar di rumah tersedia dalam 23 bahasa untuk mendukung siswa dan keluarga mereka.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)