Pemerintah Australia Sediakan 11 Juta Masker Untuk Petugas Kesehatan

ABC Australia - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 11:14 WIB
Canberra -

Pemerintah Australia sudah menyiapkan 11 juta masker untuk dibagikan kepada petugas layanan kesehatan dalam usaha memerangi penyebaran virus corona.

  • Pemerintah Australia sudah memiliki 11 juta masker yang akan dibagikan kepada petugas kesehatan
  • Angka kriminal selama beberapa minggu terakhir menurun namun angka KDRT naik 5 persen di Australia Barat
  • Angka penularan kasus corona di Australia sekarang turun di sekitar angka dua persen

Namun tidak seperti banyak negara lain, Asosiasi Medis Australia (AMA) tetap tidak mendukung penggunaan masker bagi warga biasa yang sehat.

Dalam keterangan pers hari Rabu (8/4/2020), Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan Australia berada di "garda terdepan" dalam kemampuan menanggulangi penyebaran virus corona, meski situasi kritis masih belum berakhir.

Oleh karena itu, sama seperti pejabat lain, Menteri Hunt mengatakan penting sekali bagi warga Australia

mempertahankan jarak antar individu atau 'social distancing' selama masa liburan Paskah.

"Paskah ini adalah waktunya kita memastikan mengunci kemajuan yang sudah kita lakukan sebagai satu negara."

Pandemi virus corona

Ikuti laporan terkini terkait virus corona dari Australia dalam Bahasa Indonesia.

"Virus tidak mengenal liburan, dan ketika saya mengatakan ini, sekaranglah waktunya untuk tetap melakukan apa yang sudah kita lakukan sebagai negara dan itu adalah tantangan lebih besar."

Untuk membantu sistem kesehatan Australia agar tetap bisa mengalahkan virus tersebut, pemerintah akan memberikan 11 juta masker kepada berbagai pihak.

Tujuh juta masker akan diberikan kepada rumah sakit, 2,3 juta untuk jaringan pelayanan prima termasuk klinik dokter umum, juga 500 ribu masker untuk apoteker dan pekerja apotek.

Greg Hunt mengatakan Australia sudah menerima kedatangan sekitar 30 juta masker dalam beberapa hari terakhir dan akan didistribusikan, guna memastikan Australia siap dengan Alat Pelindung Diri (APD) selama krisis ini.

"Kita sudah menyiapkan sekitar 500 juta masker, baik dari produksi dalam negeri maupun dari luar, dan saya yakin kita akan bisa mendapatkan semuanya.'

Namun menurut Ketua Asosiasi Medis Australia (AMA) Dr Tony Bartone, warga Australia yang sehat sebaiknya tidak menggunakan masker walaupun berada di luar ruangan.

"Saya harus mengingatkan kepada warga Australia, mengenakan masker ketika berada di jalan-jalan di tengah kota adalah menyia-nyiakan persediaan yang berharga."

"Masker ini sebenarnya bisa digunakan oleh petugas kesehatan, dan membuat rekan-rekan saya berisiko, dan saya ingin mengingatkan lagi bahwa penggunaan masker itu bukanlah rekomendasi Kepala Bidang Medis Australia dan pejabat kesehatan lainnya."

Sementara itu, angka penularan virus corona di Australia dilaporkan terus menurun.

Menteri Kesehatan Greg Hunt, angka penularan sekarang ini adalah sekitar 2 persen, turun dari beberapa hari lalu yang masih sekitar 9-10 persen.

Sekarang in ada 5.977 kasus corona positif dengan korban meninggal 50 orang.

Mereka yang dirawat di rumah sakit sekitar 300 orang, dengan 40 diantaranya harus menggunakan alat bantu pernapasan.

Angka kejahatan umum seperti pencurian dan pengrusakan properti berkurang namun angka KDRT meningkat di Australia Barat.

Kriminal umum menurun, namun KDRT meningkat

Dengan adanya pembatasan pergerakan warga selama beberapa minggu terakhir, angka kejahatan umum di negara bagian Australia Barat menurun, namun kasus kekerasan dalam rumah tangga meningkat.

Menurut Kepolisian Australia Barat, jumlah tindak kriminal rata-rata menurun 30-40 persen rata-rata dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami melihat penurunan angka perampokan, pencurian kendaraan bermotor, pengrusakan properti dan pencurian, semua menurun," kata Wakil Kepala Polisi Australia Barat Gary Dreibergs.

Namun polisi mengatakan bahwa angka KDRT telah meningkat 5 persen.

Kepada ABC Radio Perth, Gary Dreibergs mengatakan masih belum jelas mengapa terjadi peningkatan KDRT, apakah karena semakin banyak warga yang harus berada di rumah.

"Kami tidak bisa mengatakan perintah tinggal di rumah jadi alasan utama, kami tidak mau mengeluarkan pesan dimana kami tidak percaya 100 persen keakuratannya," katanya.

"Kami tahu ini akan menimbulkan masalah dalam sebagian keluarga, namun kita juga melihat beberapa keluarga lainnya malah semakin harmonis".

Sementara itu, seorang pejabat lokal di Australia Selatan mengatakan dirinya diludahi oleh seseorang ketika dia hendak mengambil barang belanjaannya minggu lalu.

Sarah Ouk yang bekerja di City of Salisbury, sekitar 23 km dari Adelaide CBD mengatakan dia sedang hendak menyeberangi jalan ketika seorang pria yang mengendarai mobil berteriak ke arahnya.

"Pengemudi itu berteriak 'hey, kamu orang Asia yang membawa virus corona ke Australia'," kata Sandra.

"Dia mengeluarkan kepalanya dan mencoba batuk-batuk, bersin dan kemudian meludahi saya."

"Saya tidak tahu apakah kena saya, karena saya membelakangi dia."

Sandra tidak bisa melaporkan hal tersebut ke polisi karena dia tidak mencatat nomor polisi mobil pengendara tersebut.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)