Giliran Anggota Polisi Sydney Didenda karena Melanggar Aturan Menjaga Jarak

ABC Australia - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 06:10 WIB
Canberra -

Perdana Menteri Scott Morrison telah memperingatkan agar semua warga di Australia untuk tinggal di rumah saat liburan Paskah, yang dimulai pada Jumat (10/04).

PM Morrison mengatakan Australia sudah berusaha untuk mencegah agar tingginya jumlah kasus dan kematian terkait COVID-19 tidak seperti di Italia, Amerika Serikat, Inggris, dan China.

Tapi peningkatan jumlah di Australia bisa tetap terjadi, jika warga Australia tidak menghiraukan aturan pembatasan jarak antar individu saat akhir pekan panjang saat Paskah nanti.

"Akhir pekan Paskah ini akan sangat penting. Tinggal di rumah," ujar PM Morrison.

"Jika [kita] tidak melakukannya akhir pekan ini maka itu akan sepenuhnya menggagalkan apa yang sudah kita capai bersama-sama sejauh ini dan berpotensi lebih buruk," tegasnya.

Berikut rangkuman laporan terkait pandemi virus corona dalam 24 jam terakhir hingga hari Selasa (07/04).

New South Wales

Dua anggota polisi di negara bagian New South Wales telah dijatuhi denda masing-masing AU$1.000, setelah mereka datang ke sebuah pesta di pusat kota Sydney, akhir pekan lalu.

Polisi melihat seorang anggota polisi perempuan berusia 27 tahun, dengan pangkat senior constable dalam keadaan mabuk pukul 20:30, Sabtu malam (05/04).

Seorang anggota polisi lainnya adalah pria berusia 27 tahun dengan pangkat yang sama yang juga datang ke acara tersebut.

Mereka berdua tidak sedang bertugas, namun termasuk di antara lima orang yang kemudian didenda karena telah melanggar aturan soal 'social distancing' yang sedang diberlakukan ketat hampir di seluruh negara bagian.

Australia Selatan

Negara bagian dengan ibukota Adelaide ini mencatat kematian pertama akibat COVID-19, setelah seorang pria berusia 75 tahun meninggal di Royal Adelaide Hospital, Senin malam (06/04).

Departemen Kesehatan di Australia Selatan mengatakan pria tersebut berasal dari pusat kota Adelaide dan terjangkit virus corona saat berada di negara bagian lain.

Kematian karena virus corona di Australia telah mendekati angka 50 orang, setelah adanya kematian yang dilaporkan di negara bagian New South Wales, Victoria, dan Tasmania.

Hingga saat ini tercatat ada 411 kasus COVID-19 yang tercatat di Australia Selatan dan lebih dari 33 ribu warga sudah menjalani tes.

Pemerintah Australia Selatan juga telah memperbolehkan warganya untuk berolahraga, seperti berjalan kaki, asalkan jaraknya lima sampai 10 menit dari tempat tinggal mereka.

The Royal Adelaide Hospital in South Australia

The Royal Adelaide Hospital di Australia Selatan menangani semua pasien COVID-19 yang kritis. (AP: Alessandra Tarantino)

Tasmania

Kunjungan ke rumah sakit di Tasmania telah dilarang sejak Selasa siang (07/04), sebagai bagian dari aturan baru soal 'social distancing'.

Pengecualian diberikan kepada mereka yang mengunjungi pasangan yang melahirkan dan orangtua yang menengok anak-anaknya jika dalam kondisi kritis.

Sebelumnya, sudah ada tujuh kasus virus corona yang terkait rumah sakit 'North West Regional Hospital' di kawasan Burnie, yang terdiri dari enam orang petugas kesehatan dan seorang pasien.

Pemerintah Tasmania juga mengumumkan akan membatasi kunjungan ke panti jompo, atau 'aged care'.

Langkah ini diambil untuk mencegah warga yang ingin mengunjungi orangtua atau kakek nenek mereka saat liburan Paskah, akhir pekan mendatang.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)