Australia disebut memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan makanan cukup untuk 76 juta orang.
Dengan penduduk Australia sekarang ini hanya 26 juta, produksi yang ada lebih dari cukup.
Namun dalam 10 hari terakhir, di tengah merebaknya wabah virus corona, warga Australia melakukan pembelian besar-besaran akibat rasa kekhawatiran jika bahan makanan akan hilang dari toko-toko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan panik para warga tersebut dianggap sebagai "hal yang tidak pernah sebelumnya".
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison dengan tegas menyebutnya sebagai tindakan konyol dan meminta warga menghentikannya.
"Hentikan sekarang," kata PM Morrison, Rabu kemarin (17/3).
"Orang-orang bertindak seperti orang bodoh," kata kepala negara bagian Australia Barat, Premier Mark McGowan.
Satu hal yang pasti menurut pakar di Australia, negara ini tidaklah kekurangan bahan makanan.
Australia sekarang ini memproduksi tiga kali lebih banyak dari kebutuhan warga dengan 60 persen diantaranya diekspor ke luar negeri.
Menurut pakar ekonomi dari Monash University, Dayna Simpson, salah satu yang menyebabkan pembelian panik bukanlah sekedar masalah ketakutan, namun ketidaktahuan.
"Saya kira banyak konsumen, mereka khawatir bahan-bahan tidak akan ada, dan mereka tidak betul-betul mengerti bagaimana sistem pengiriman barang," kata Dayna.
"Karena selama ini, mereka sudah terbiasa membeli apa saja yang mereka inginkan, kapan saja."
Asosiasi Ritel Australia mengatakan pembelian panik lebih disebabkan karena persepsi, bukan karena realitas sebenarnya.
"Bila kita melihat ada barang di toko, dan konsumen masuk ke supermarket yang terlihat penuh, maka kecil kemungkinan akan terjadi pembelian panik," kata Direktur Eksekutif asosiasi ritel, Russell Zimmerman.
"Mereka sekarang melihat di toko, 'oh, pasti ada kekurangan barang', bila semua orang berhenti panik membeli hari ini, toko-toko akan penuh dengan barang lagi."
Zimmermann mengatakan beberapa warga sekarang mungkin memiliki persediaan makanan untuk sampai 6 -8 bulan ke depan, terutama untuk tisu toilet, persediaan yang terlalu banyak.
"Kebanyakan orang biasanya memiliki bahan makanan untuk dua minggu ke depan, tanpa mereka harus membeli lagi," kata Zimmermann.
Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini.
(nvc/nvc)