Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Tingkatkan Layanan Kesehatan

ABC Australia - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 15:33 WIB
Canberra -

Laporan jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 di Australia terus meningkat, karenanya Pemerintah Australia akan menyiapkan 100 klinik. Layanan lewat telepon juga akan disediakan agar warga dapat menerima informasi dan saran mengenai virus corona.

Australia siapkan klinik tangani virus

  • PM Australia meluncurkan paket khusus untuk memastikan negaranya siap tangani COVID-19
  • Beberapa dokter mengeluh rumah sakit kewalahan tangani warga yang ingin diperiksa
  • Salah satu festival budaya terbesar di Australia dibatalkan

Pemerintah Australia telah menyiapkan paket baru sebesar AU$ 2,4 miliar, di saat kasus positif COVID-19 sudah mencapai lebih dari 100 orang.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison dan Menteri Kesehatan, Greg Hunt membeberkan rencana pemerintah tersebut, hari Rabu (11/3), yang juga menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi untuk mencegah dampak lebih buruk dari virus terhadap perekonomian.

Paket untuk membuat 100 klinik guna menangani keluhan pernapasan akan menghabiskan biaya sekitar AU$ 205 juta.

Klinik disiapkan untuk mengurangi tekanan terhadap klinik dokter umum dan juga unit gawat darurat rumah sakit.

Klinik-klinik tersebut akan menangani mereka yang memiliki gejala virus yang ringan atau tidak terlalu berat, sehingga rumah sakit hanya akan menangani kasus yang sangat parah.

A queue of people, many wearing face masks, lines up in front of a hedge.

Hanya warga yang memenuhi kriteria boleh memeriksakan diri di klinik-klinik baru untuk tangani virus corona. (Supplied: Dark Mofo)

Festival Dark Mofo dibatalkan

Sementara itu, meski akan digelar tiga bulan lagi, salah satu festival musim dingin terbesar di negara bagian Tasmania 'Dark Mofo' dibatalkan.

Pihak penyelenggara mengatakan keputusan harus diambil sekarang untuk menghilangkan ketidakpastian dan menghindari kerugian yang besar, bila baru dibatalkan menjelang festival dimulai.

"Saya tahu pembatalan akan mematikan kehidupan wisata yang sudah melesu, namun saya tidak memiliki pilihan lain," kata Pendiri Museum of Old and New Art (MONA), David Walsh, sebagai penyelenggara utama.

"Saat ini pemerintah dan MONA masing-masing menyediakan dana Rp 4 miliar," katanya lagi.

"Namun yang lebih buruk lagi, bila kami menyelenggarakan Dark Mofo dan tidak ada yang datang, maka kerugian akan meningkat menjadi Rp 10 miliar."

Festival tahunan ini sudah digelar sejak 2013 dan menjadi salah satu acara terbesar di Tasmania, sebuah pulau besar yang terpisah dari Daratan Australia.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

(ita/ita)