'Media Terlalu Sensasional', Artis Korea Pilih Sumbang Uang Untuk Atasi Corona

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 11:33 WIB
Seoul -

Laporan media soal COVID-19 yang "tidak bertanggung jawab", "terlalu sensasional" telah menyebabkan ketakutan dan kepanikan. Reaksi warga yang berlebihan dianggap lebih beresiko, ketimbang virus itu sendiri.

Media Dianggap Sensasional

  • Pembelian panik yang terjadi di Australia menurut seorang pakar karena pemberitaan media
  • Sumber informasi tidak benar juga muncul dari media sosial
  • Beberapa artis di Korea Selatan menyumbangkan dana untuk membantu penanggulangan kasus corona di Daegu

Pernyataan tersebut dikatakan oleh pakar jurnalistik Karin Wahl-Jorgensen dari Sekolah Jurnalistik di Cardiff University, Inggris, salah satu sekolah media terkemuka di dunia.

Pembelian panik yang terjadi di Australia selama beberapa hari terakhir telah menyebabkan barang-barang seperti tisu toilet, sabun pembasmi bakteri dan bahan makanan tahan lama diborong pembeli.

Karena kepanikan pembelian tersebut, sebuah jaringan supermarket di Australia, Woolworths sudah membatasi pembelian beberapa barang di sejumlah tokonya.

Setelah sehari sebelumnya, Woolworths membatasi pembelian tisu toilet 4 gelondongan per pembeli, hari Kamis (5/3/2020), Woolworths juga membatasi pembelian beras lebih dari 2 kg hanya satu kantong per transaksi.

Untuk toko yang menjual pembersih tangan, atau 'hand sanitizer', hanya dijual per dua botol dan barang-barangnya ditaruh di meja Customer Service.

"Mayoritas barang-barang lainnya tidak terganggu pembeliannya, dan semua toko tidak kekurangan pasokan," kata CEO Brad Banducci.

Jaringan supermarket lain yang menguasai pasar Australia, Coles, juga melakukan hal yang sama, terutama pembatasan pembelian tisu toilet.

Setelah pemberitaan lebih banyak terkonsentrasi kepada jumlah korban dan cara penanggulangan wabah, sekarang laporan mengenai penderita COVID-19 sembuh mulai muncul dari berbagai negara.

Di China, sumber wabah virus corona, dilaporkan sudah lebih dari 50 ribu orang yang keluar dari rumah sakit, demikian juga di negara lain seperti Singapura dan Vietnam, mereka yang sebelumnya terkena virus corona sekarang dinyatakan "sembuh".

Salah satu negara yang masih berjuang untuk menanggulangi virus tersebut adalah Korea Selatan dengan kota Daegu yang disebut-sebut sebagai pusat penyebaran utama.

Sekarang, para pekerja seni Korea Selatan dari dunia 'K-pop' ramai-ramai menyumbangkan dana kepada pemerintah dan badan-badan lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Seperti yang dilakukan artis top Korea Selatan, Son Yejin yang baru saja menyelesaikan peran dalam serial 'Crash Landing On You', yang sangat populer di Netflix.

Son Yejin menyumbangkan dana lebih Rp 1 miliar karena ia merasa sedih kota kelahirannya, Daegu, sekarang sedang menghadapi masalah besar.

Di Korea Selatan, penderita COVID-19 dilaporkan sudah mencapai lebih dari 6 ribu orang dan sejauh ini menewaskan 40 warga.

Selain Son Yejin, bintang lainnya yang ikut menyumbang adalah Suga dari kelompok BTS, salah satu kelompok musik ternama di Korea Selatan.

Suga yang berasal dari Daegu juga sudah menyumbangkan 100 juta won, atau sekitar Rp 1,1 miliar untuk sebuah badan penanggulangan virus corona.

Harian berbahasa Inggris, 'Korea Times' melaporkan sutradara Bong Joonh-ho yang filmnya 'Parasite' baru saja memenangkan Oscar sebagai film terbaik, juga menyumbangkan dana sebanyak Rp 1 miliar.

Selain sumbangan uang, beberapa selebriti di Korea Selatan juga berusaha membantu dengan cara lain.

Beberapa artis diantaranya penyanyi bernama Rain, dan istrinya Kim Tae-hee, yang memiliki beberapa properti, memutuskan untuk menurunkan harga sewa properti sebanyak 50 persen selama bulan Maret.

Tujuan mereka adalah untuk membantu penyewa yang mengalami kesulitan karena melesunya ekonomi.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

(ita/ita)