Menteri di Perth: 'Jangan ke Bali, Lebih Baik Liburan di Australia Saja'

ABC Australia - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 13:24 WIB
Perth -

Di tengah meluasnya wabah virus corona, Menteri Pariwisata Australia Barat, Paul Papalia telah meminta warganya di negara bagian tersebut untuk membatalkan liburan ke Bali.

Namun himbauan tersebut bukan disebabkan karena adanya orang-orang yang dilaporkan terjangkit COVID-19 setelah terbang lewat Bali, melainkan mengajak warganya untuk lebih banyak berlibur di Australia Barat untuk membantu perekonomian negara bagian tersebut.

Penyebaran virus corona telah memberikan dampak buruk di berbagai bidang, terutama pariwisata, di seluruh dunia. Kini semakin banyak negara berusaha melindungi perekonomian masing-masing.

Dalam wawancara dengan harian The West Australian, Paul Papalia mengatakan berkurangnya turis dari China ke Australia Barat bisa ditanggulangi bila warga lokal berlibur dalam negeri.

Tahun lalu diketahui ada 44.500 turis dari China yang berkunjung ke Australia Barat dengan ibukota Perth.

"Sekarang ini hal yang paling mudah dan yang bisa kita lakukan adalah membuat warga Austaralia untuk tidak mengunjungi Bali," kata Paul.

Menurutnya, ada sekitar 495 ribu warga Australia Barat berkunjung ke Bali setiap tahunnya.

Bali menjadi salah satu tempat berlibur paling populer bagi warga Australia, dimana tahun lalu tercatat 1.23 juta orang asal Australia berkunjung ke Bali.

Dekatnya Perth dengan Bali, yang hanya 3-4 jam perjalanan lewat udara, serta paket liburan yang relatif lebih murah, menjadi daya tarik untuk warga Australia.

Lantas bagaimana tanggapan warga Australia Barat mengenai himbauan Menteri Paul?

Tourists holding beers walk in front of the Bali bombing memorial site

Diperkirakan lebih dari 1 juta turis asal Australia masuk ke Bali hampir setiap tahunnya. (AP: Dita Alangkara)

"Pembatasan visa, pembatasan imigrasi membuat orang susah terbang," katanya kepada ABC.

"Contohnya bila saya tinggal di Shanghai, dan bila saya terbang ke Korea Selatan, saya mungkin tidak akan bisa kembali lagi atau harus menjalani karantina."

Australia sudah melakukan berbagai upaya agar lebih banyak warga berpergian dalam negeri, terutama setelah memulihkan diri dari kebakaran hutan dan kini ditambah dengan mewabahnya virus corona.

"Kita melihat sudah adanya beberapa maskapai yang mulai menurunkan harga guna mendorong warga untuk bepergian lagi," kata Tom Youl, analis dari IBIS World.

Statistik sementara di Australia menunjukkan penerbangan internasional sudah menurun sebanyak lebih dari 70 persen dalam beberapa pekan mendatang.

Australia telah melarang warga dari China, Iran, dan Korea Selatan untuk masuk ke negaranya, sementara mereka yang dari Italia akan menghadapi pengawasan lebih ketat.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

(ita/ita)