Banjir di Melbourne: Dalam 12 Jam, Curah Air Sudah Seperti Hujan Sebulan

ABC Australia - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 19:18 WIB
Curah hujan untuk sebulan menerpa Kota Melbourne hanya dalam sehari (5/3/2020), menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.
Foto: ABC News
Melbourne -

Hari Kamis (5/02), kota Melbourne dan sejumlah wilayah di negara bagian Victoria, Australia, dilanda banjir hari akibat tingginya curah hujan yang dibawa oleh badai tropis Esther dalam 24 jam terakhir.

Biro Meteorologi setempat menyatakan curah hujan untuk sebulan menerpa Victoria hanya dalam waktu semalam, namun telah mengakibatkan layanan angkutan umum, seperti tram dan kereta terganggu.

Michael Efron dari Biro Meteorologi menjelaskan kepada ABC, tingkat curah hujan semalam bervariasi antara 40 mm hingga 120 mm di sejumlah wilayah termasuk di wilayah perkotaan.

Padahal, katanya, rata-rata curah hujan di Victoria untuk sepanjang bulan Maret selama ini hanya 50 mm.

Layanan Darurat di Victroia, SES, menyatakan pihaknya merespon ratusan panggilan darurat dari warga yang meminta pertolongan, umumnya terkait dengan banjir dan kerusakan bangunan.

Angkutan umum di kota Melbourne mengalami gangguan parah akibat terjadinya kegagalan sinyal dan jalur kereta yang terendam banjir.

Hujan diperkirakan akan terus berlangsung hingga sore hari, dengan rata-rata intensitas antara 30 mm hingga 70 mm dan bisa mencapai 100 mm di sejumlah titik.

Menurut Michael Efron, curah hujan tinggi berpotensi membuat tanah longsor di kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran hutan dan semak.

A black hatchback is parked in flood waters almost reaching the top of the tyres.

Curah hujan untuk sebulan menerpa Kota Melbourne hanya dalam sehari (5/3/2020), menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. (ABC News)

Pihak berwenang telah menetapkan peringatan cuaca buruk untuk wilayah pegunungan, setelah terjadi angin kencang dengan kecepatan 100 km/jam.

SES juga memperingatkan agar warga berhati-hati dengan potensi akan banyaknya pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.

Michael menjelaskan, kondisi saat ini merupakan akibat dari badai tropis Esther yang bergerak ke arah tenggara Australia.

Pekan lalu, badai tersebut menerjang Australia Utara, bergerak ke Australia Selatan dan bagian barat Queensland, dan kini melintasi Victoria.

"Badai ini membawa risiko petir serta curah hujan tinggi dan angin kencang di wilayah ketinggian," jelas Michael.

Simak berita-berita menarik lainnya dari ABC Indonesia.

(nvc/nvc)