Cinta Laura dan Ridwan Kamil Berbagi Resep Kesuksesan Mereka di Melbourne

ABC Australia - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 12:52 WIB
Melbourne -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, selebriti Cinta Laura Kiehls dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal hadir di tengah masyarakat Indonesia di Melbourne hari Senin (24/02/2020).

Dalam kesempatan tersebut, mereka berbagi kisah perjalanan hidup sekaligus kata-kata motivasi bagi sekitar 420 peserta yang didominasi oleh mahasiswa Indonesia.

Ridwan Kamil sebagai salah satu pembicara juga berbagi tentang tujuannya datang ke Melbourne.

"Tujuan saya datang ke Melbourne adalah untuk membuka kafe," kata dia tentang Kafe Jabarano yang akan diresmikan di Melbourne hari Rabu (26/02).

"'Jabar' ialah bentuk singkat dari Jawa Barat, sedangkan 'ano' berasal dari kata 'Americano' [jenis kopi]."

Gerai kopi ini menurutnya adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

"Ketika saya jalan-jalan keliling dunia, sulit sekali menemukan restoran Indonesia. Selalu adanya restoran Thailand, Vietnam, atau Jepang," kata dia.

"Jadi saya memikirkan apa hal yang sangat Indonesia yang mudah diterima di dunia. [Dan saya ingat,] Jawa Barat memproduksi kopi yang berkualitas baik."

Selain di Melbourne, kafe Jabarano ini juga akan dibuka di Sydney, Adelaide dan Perth. Tahun depan, kafe tersebut akan dibuka di Eropa.

Acara pembukaan Jabarano bertajuk "Meet and Greet with the Governor of West Java" (Temu Sapa dengan Gubernur Jawa Barat) akan dilakukan di Queen Victoria Market, pasar yang juga adalah landmark kota Melbourne.

Di kesempatan itu, pengunjung akan mendapat kopi dan kaos gratis.

"Generasi muda harus kompetitif"

Ridwan Kamil mengatakan bahwa generasi muda Indonesia harus kompetitif untuk menyiasati persaingan dunia yang semakin lama semakin ketat.

Hal ini ia kemukakan mengingat prediksi bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Jika Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbaik di peringkat keempat di tahun 2045, kita harus punya generasi yang kompetitif," kata dia.

"Kenapa? Karena 25 tahun ke depan Indonesia akan jadi satu-satunya negara yang sebesar 70 persen populasinya adalah anak muda."

Sementara itu Dino Patti Djalal juga setuju bahwa generasi muda harus kompetitif, namun ia juga melihat perlunya penyediaan kesempatan kerja bagi anak muda oleh pemerintah.

"Setiap tahun ada sekitar 2,7 juta orang masuk ke dalam angkatan kerja kita, jadi sangat tinggi jumlahnya," kata dia kepada ABC hari Senin (24/02).

"Pemerintah [Indonesia] harus menciptakan kondisi yang bisa menampung mereka."

Dino yang pernah menjadi juru bicara Presiden SBY tersebut melihat usulan tersebut sebagai salah satu tantangan terbesar untuk pemerintah, namun perlu diusahakan demi mencetak generasi yang kompetitif.

"Yang penting [juga] sekarang adalah pelatihan kejuruan dari pemerintah agar bisa kompetitif ke depan."

Menurut Dino, sudah saatnya sumber daya manusia menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia.

"Tantangan sumber daya manusia luar biasa dan harus menjadi prioritas. Saya mendukung Menteri Nadiem Makarim untuk melakukan reformasi [pendidikan Indonesia]," kata dia.

"Dan nasihat saya, setiap hal yang luar biasa untuk reformasi pasti ditentang, terutama dalam birokrasi sendiri. Jadi berhasil atau tidaknya tergantung oleh kemampuan untuk terus 'push back' [atau menahan]."

Melalui 'Omnibus law' atau UU sapu jagat yang sedang digodok oleh pemerintah Indonesia Dino berharap masalah sumber daya manusia dapat menemukan titik terang.

"Saya kira ini tantangan terbesar bagi pemerintah, apalagi sekarang sedang dipertimbangkan 'omnibus law' dan di sana ada banyak konten mengenai lapangan kerja," kata Dino.

"Semoga 'omnibus law' ini bisa menjadi harapan baru di tengah situasi yang luar biasa sulit sekarang."


Dukungan bagi anak muda, perempuan dan anak

Sebagai seorang generasi muda, Cinta Laura juga menyadari perlunya dukungan pemerintah bagi anak muda Indonesia.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di posisi ke-4, saya rasa sangatlah penting bagi kita untuk fokus kepada anak muda dan apa yang mereka bisa lakukan untuk negara."

Di sisi lain, Cinta yang tahun lalu diangkat menjadi duta anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak prihatin melihat kondisi perempuan di Indonesia.

"Sayangnya di Indonesia, masih ada banyak kasus di mana korban kekerasan [perempuan] tidak mendapat keadilan dan malah dipenjara dengan tuduhan melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan."

Selain isu perempuan dan anak, perempuan berusia 26 tahun ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental.

"Pada akhirnya saya rasa tujuan akhir kita adalah untuk mendidik masyarakat tentang yang mana yang benar dan tidak," kata Cinta yang dikenal sebagai model dan artis di Indonesia tersebut.

"Sayangnya, kesehatan mental bukanlah topik yang diprioritaskan di media."

Simak berita seputar komunitas Indonesia di Australia lainnya di ABC Indonesia.

(ita/ita)