Perlukah Kita Pakai Masker Untuk Cegah Virus Corona?

ABC Australia - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 03:47 WIB
Jakarta -

Harga masker di Indonesia telah mencapai Rp 2 juta per kotak dan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menyalahkan konsumen yang gencar membeli masker. Benarkah kita memiliki ketakutan tertular virus corona yang berlebihan?

Setelah merebaknya Virus Corona, masker yang paling banyak diburu oleh warga adalah masker jenis N95. Masker bedah ini dipercaya mampu menangkal virus di udara sampai 95 persen.

Akibatnya, harganya melonjak dari Rp200 ribu per kotak menjadi Rp 2 juta per kotak.

Saat dikonfirmasi, tanggapan Menteri Kesehatan sedikit mengejutkan karena bernada menyalahkan warga yang membeli masker.

"Salahmu sendiri kok beli? Enggak usah. Masker itu untuk yang sakit. Tadi Parani (Dr. Paranietharan) bilang dari WHO enggak ada gunanya."

"(Masker) untuk yang sakit supaya tidak menulari orang lain kalau sakit. Kalau sehat enggak perlu," tambah Terawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, akhir pekan lalu kepada wartawan (15/02).

Penggunaan masker yang 'salah kaprah'

Koran Imbauan Masker Singapore

Pexels: Koran Singapura juga berusaha mengedukasi pembaca tentang penggunaan masker.

Mencuci tangan dengan cepat di bawah keran air tidak akan banyak membantu.

Supaya tangan kita bebas kuman, kita perlu mencuci tangan kita dengan sabun selama setidaknya 20 detik di bawah air yang mengalir.

Dalam situasi tidak ada air, pembersih tangan atau gel yang mengandung paling sedikit 60% alkohol adalah pilihan yang terbaik.

Jangan sembarangan memegang sesuatu

Cara paling umum penyebaran penyakit musiman adalah ketika tangan kita mengambil sesuatu dari permukaan yang terkontaminasi.

Setelah virus ada di tangan kita akan sangat mudah untuk berpindah ke mulut, hidung atau mata, di mana virus bisa lebih mudah memasuki sel dan membuat kita sakit.

Jadi, hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut, terutama jika Anda belum mencuci tangan sebentar.

Jika batuk atau bersin, tutupi mulut dan hidung dengan siku atau tisu, kemudian membuang tisu ke tempat sampah yang tertutup.

Adalah ide bagus pula untuk membersihkan dengan disinfektan benda dan permukaan yang sering disentuh.

Seperti halnya flu, hindari kontak langsung dengan orang yang sakit. Dan jika Anda sakit, jaga jarak Anda dari orang lain untuk melindungi mereka dari sakit.

Jika Anda pernah ke China dan mengalami gejala mirip flu, laporlah ke dokter umum dan jelaskan gejala dan riwayat perjalanan Anda.

Jangan langsung mendatangi praktik dokter atau rumah sakit tanpa memberi tahu mereka terlebih dahulu, karena mereka perlu membuat persiapan untuk melindungi orang lain sebelum Anda tiba.

(mae/mae)