'Minta Tolak Angin dan Mie Instan': Kisah WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

ABC Australia - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 14:12 WIB
Tokyo -

Sebanyak 78 WNI yang berada dalam kapal pesiar Diamond Princess yang kini dikarantina di Jepang dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona. Salah satu WNI yang bekerja di kapal itu berbicara kepada ABC Indonesia soal kesehariannya, termasuk kekhawatirannya.

Kru bernama Sasa ini mulai bekerja di kapal pesiar Diamond Princess awal November 2019. Dia tadinya ragu untuk memberikan informasi tentang kondisi di dalam kapal.

"Mohon maaf, Sasa belum berani memberi informasi karena masa karantina kita belum selesai," katanya kepada Hellena Souisa dari ABC.

Namun akhirnya dia bersedia menceritakan keseharian dan perasaannya selama menjalani karantina di atas kapal.

Bekerja seperti biasa walau khawatir

"Kami bekerja seperti biasa. Hanya saja semua penumpang tidak diperbolehkan ke luar dari kamar mereka, kecuali yang kamarnya tidak berjendela," ujar Sasa.

Meski diperbolehkan ke luar kamar, menurut Sasa, ada batas waktu untuk para penumpang ini.

An aerial photo shows section of pastel-coloured rooftop deck of the Diamond Princess ship, with a pool, bar, and fake grass.

Para penumpang yang mengenakan masker terlihat di dek kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Pelabuhan Yokohama, di dekat Tokyo, Jumat, 7 Feb 2020. Pemerintah Jepang telah melaporkan 41 kasus bari virus Corona di atas kapal yang telah dikarantina. Sekitar 3.700 orang tercatat ada di kapal pesiar tersebut. (Supplied: Twitter KBRI Tokyo)

Akun twitter KBRI Tokyo menyebut, para WNI menyambut kiriman tersebut yang "meskipun tidak cukup banyak, namun cukup menghibur."

Dimulai dari satu penumpang yang terinfeksi virus Corona di atas kapal pesiar Diamond Princess, jumlah kasus yang terinfeksi terus bertambah.

Beberapa hari kemudian, itu dengan cepat melonjak menjadi puluhan dan sekarang ada 219 kasus virus Corona yang terhubung ke Diamond Princess.

Empat puluh empat orang terdiagnosa kemarin (13/02), meskipun seluruh kapal telah dalam kondisi dikarantina untuk 14 hari terhitung sejak 4 Februari.

Simak berita-berita menarik lainnya dari ABC Indonesia

(ita/ita)