Rumah Ditutup karena Virus Corona, Siswa Malaysia Diusir Pemilik Rumah di Perth

ABC Australia - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 13:02 WIB
Canberra -

Seorang siswa Malaysia menceritakan pengusiran yang dialaminya dari tempat tinggalnya di Perth, Australia, karena kekhawatiran si pemilik rumah tentang virus corona, meskipun faktanya dia tidak pernah melakukan perjalanan ke China.

Virus Corona

  • Wabah virus corona telah menyentuh angka lebih dari 40.000 kasus
  • Asalnya yang dari China menyebabkan banyaknya kasus penyerangan rasis terhadap orang-orang beretnis Tionghoa
  • Siswa ini juga menjadi korban meskipun ia hanya terbang ke Malaysia

"Helen", yang disepakati oleh ABC untuk tidak disebutkan identitas aslinya karena khawatir akan menjadi korban diskriminasi lebih lanjut, mengatakan dia menyewa sebuah kamar di sebuah townhouse di pinggiran selatan Perth pada bulan November tahun lalu.

Siswa pengabdian masyarakat ini mengatakan dia tidak menandatangani kontrak tetapi memiliki perjanjian lisan dengan pemilik rumah, yang juga tinggal di rumah tersebut, untuk membayar A$86 atau sekitar Rp860.000 seminggu ditambah tagihan pengeluaran lainnya.

Helen, yang keturunan Cina, pulang ke Malaysia pada 24 Januari untuk mengunjungi keluarga dan teman-temannya untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Dia berkata bahwa dia terbang kembali ke Perth pada tanggal 4 Februari, dan tiba di rumah pada jam 4 pagi. Saat itu ia menemukan semua kunci pintu telah diganti dan ada sebuah catatan yang ditempelkan di pintu depan.

"PERINGATAN - DILARANG MELINTAS", tertulis di kertas itu.

"Rumah ini dikunci karena virus corona.

"Karena Anda telah gagal untuk tetap berhubungan dengan saya saat Organisasi Kesehatan Dunia sudah menyatakan Keadaan Darurat Global atas virus corona, Anda tidak lagi diterima di rumah ini."

Dalam catatan itu tertera juga nomor ponsel yang dapat dihubungi Helen, sebagai tambahan bahwa pemilik rumah telah berusaha untuk menghubungi Helen ketika dia pergi "berkali-kali tanpa hasil".

Barang-barang milik Helen diletakkan di luar rumah supaya bisa ia ambil sekembalinya ke Australia.

Eviction Note

Salah satu dari beberapa pesan singkat yang diterima oleh Helen dari induk semangnya. (ABC News: Hugh Sando)

Presiden Asosiasi Chung Wah, di negara bagian Western Australia, Ting Chen mengatakan kepada Radio ABC Perth bahwa ia telah menerima laporan tentang perilaku rasis dan informasi yang salah yang ditujukan kepada anggota komunitas Tionghoa setempat.

Dia mengatakan seorang penduduk di pinggiran utara Perth Joondalup menemukan kata "virus" telah ditulis dengan cat di jalan masuk rumahnya.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima," katanya.

Dia mengatakan, jumlah pelanggan juga turun di restoran China setempat.

"Beberapa hari yang lalu saya pergi ke salah satu restoran Cina yang populer dan itu setengah kosong. Orang-orang takut keluar rumah untuk makan malam," katanya.

"Namun, saya pikir [negara bagian] Australia Barat adalah tempat yang sangat aman."

Menurut saran resmi dari Departemen Kesehatan, orang-orang di Australia yang paling beresiko terkena virus adalah mereka yang baru-baru ini berada di daratan China atau telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terkonfirmasi terjangkit virus tersebut.

Dari total 15 kasus virus corona yang terkonfirmasi di Australia, tidak ada yang berlokasi di negara bagian Australia Barat.

Semua kasus di Australia berasal dari Wuhan kecuali satu orang di negara bagian New South Wales, yang telah melakukan kontak di China dengan pasien yang dikonfirmasi dari Wuhan.

Tidak ada larangan perjalanan atau saran kesehatan dari Pemerintah Australia terkait dengan perjalanan dari Malaysia.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

(ita/ita)