WNI yang Dikarantina di Natuna Merasa 'Lega', Meski Ditolak Warga Setempat

ABC Australia - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 14:28 WIB
Jakarta -

Menyusul mewabahnya virus corona di China, warga Indonesia yang telah dievakuasi kini sedang dikarantina di Pulau Natuna. Mereka tinggal di dalam pangkalan militer, sementara ratusan warga setempat menentang keberadaan mereka.

Karantina WNI di Natuna

  • Mereka yang dievakuasi ke Pulau Natuna dari Wuhan tinggal di dalam tenda bersama 9 sampai 12 orang
  • Warga setempat menentang keputusan daerahnya menjadi tempat karantina
  • Ratusan warga lokal bahkan memilih untuk meninggalkan Pulau Natuna karena kekhawatiran

Sepuluh hari sejak kota Wuhan di China dinyatakan tertutup atau 'lockdown', 238 warga Indonesia yang berada di Wuhan dan sekitarnya telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pualu Natuna, Kepulauan Riau.

Namun setelah mendarat hari Minggu lalu (02/02), mereka tidak dapat bertemu dengan keluarga masing-masing, karena harus menjalani karantina selama 14 hari di sebuah pangkalan militer.

Kepada ABC Indonesia salah satu diantaranya mengaku senang karena bisa keluar dari China, dimana hingga berita ini diturunkan sudah ada 564 orang yang tewas akibat virus mematikan ini.

"Lega rasanya. Semua ketidakpastian [karena lockdown] akhirnya berakhir. Setidaknya kami sekarang ada di tanah air sendiri," kata seorang warga yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Di Pangkalan Militer Natuna, ia beserta ratusan orang yang kebanyakan adalah pelajar Indonesia di China tinggal di tenda yang sudah disediakan di dalam hanggar.

Natuna - Hanggar

Warga Negara Indonesia yang dievakuasi dari Wuhan, China, dikarantina selama 14 hari di hanggar ini. (ANTARA)

Selain menggelar unjuk rasa penolakan, ratusan warga Natuna juga dilaporkan meninggalkan kota Ranai dengan menggunakan kapal penumpang.

Berdasarkan data PT Pelni wilayah kerja Ranai, sedikitnya ada 675 penumpang berangkat menggunakan Kapal KM Bukit Raya, Senin dini hari (03/02).

Kantor berita Antara melaporkan rata-rata warga yang meninggalkan Ranai adalah warga asli Kalimantan, Pulai Midai, Pulau Serasan, dan Pulai Subi.

"Istri dan anak saya minta pulang ke Pulau Serasan sebab takut dengan isu virus corona," kata Herman, salah satu penumpang kapal.

Warga lainnya, Musliha, juga mengaku khawatir terjangkit virus corona.

"Nanti pasti balik lagi ke Ranai kalau proses karantina WNI itu sudah selesai. Informasinya mereka dikarantina selama dua minggu di Natuna," kata Musliha kepada Antara.

Natuna Map
Pulau Serasan, Pulau Midai, dan Pulai Subi menjadi tempat tujuan warga yang meninggalkan Ranai.
(ita/ita)