Kejayaan Moyang Pelaut Makassar Tiba Kembali di Australia Utara

ABC Australia - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 13:52 WIB
Darwin -

ANGKAT sauh dari Pelabuhan Makassar pada 8 Desember 2019, Padewakang, perahu tradisional yang dahulu konon digunakan mencari teripang, akhirnya tiba di Kota Darwin pada akhir Januari. Kejayaan pelaut Makassar seakan tiba kembali di Marege, tanah Aborigin yang mereka datangi hampir tiga abad silam.

"Komposisi kru Padewakang kontemporer ini mirip dengan yang terjadi di masa silam. Dulu pelayar dan pencari teripang didominasi pelayar Makassar dan Bugis, diikuti orang Bajau, Mandar, Flores dan Jawa. Sekarang juga demikian," ujar Muhammad Ridwan Alimuddin, salah satu kru.

Kru kapal kayu yang hanya mengandalkan layar ini terdiri atas Sampara Daeng Nyarrang, Anton Daeng Tompo, Kaseng Daeng Sewang, dan Umar Daeng Naba dari Makassar.

Selain itu, Abdul Muis, Basir, dan Ridwan dari Mandar, Guswan Gunawan dari Bugis, Rofinus Marianus Monteiro dari Flores, serta Horst Hibertus Liebner, antropolog Jerman yang kini menunggu status WNI-nya.

padewakangdua.jpg

Kru Padewakang tiba malam hari di perairan Darwin pada 28 Januari 2020. Di tengah gerimis, mereka diperiksa petugas perbatasan Australia "yang ramah". (Istimewa: Ridwan Alimuddin)

Di lokasi itu padewakang dibungkus dan disemprot pada hari Senin ini. Besok padewakang itu akan mengalami beberapa perbaikan untuk pelayaran ke Arhem Land. Tujuan akhir ekspedisi.

Perahu padewakang terbukti mampu menempuh jarak sejauh 1.330 mil laut atau 2.400 km.

"Selama pelayaran ini, di malam hari, setiap saya mendongak ke angkasa melihat bintang-bintang, secepat meteor diriku masuk lorong waktu. Ombak, angin, kibasan bendera, getar tiang layar berbisik, kamu satu bahtera dengan nenek moyangmu," kata Ridwan menjelaskan kesannya ikut dalam pelayaran ini.

(ita/ita)