Khawatir Bawa Virus Corona, Penumpang dari Wuhan Diperiksa di Sydney

ABC Australia - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 09:56 WIB
New South Wales -

Saat pesawat dari Wuhan, China mendarat di kota Sydney, Australia, petugas kesehatan New South Wales langsung memeriksa penumpang satu persatu. Mereka ingin memastikan tak ada yang terinfeksi virus corona.

Pesawat China Eastern dengan nomor penerbangan 749 tiba di Sydney, Kamis pagi (22/01).

Meski dilaporkan sebelumnya tak ada penumpang yang menunjukkan gejala terkena virus corona, petugas kesehatan masih menyelidiki apakah satu diantara mereka telah terpapar virus mematikan tersebut.

Wuhan menjadi tempat dimana virus ini berasal, dengan 11 juta warganya saat ini tidak diperbolehkan meninggalkan kota tersebut, demi menghindari penyebaran virus.

Karena larangan ini, masyarakat tidak dapat mengakses transportasi umum jarak jauh, seperti bus, kereta api ataupun kapal feri.

Bandara dan stasiun kereta juga akan ditutup.

'Terus mengenakan masker'

Kevin Ouyand, salah satu penumpang pesawat yang menghabiskan satu malam di Wuhan, mengatakan ia harus selalu memakai masker ketika ada di sana.

Kepada ABC, ia juga mengatakan dengan situasi yang sangat serius, semua penumpang diwajibkan menggunakan masker setibanya di bandara udara Sydney, termasuk awak pesawat.

Pria berusia 40 tahun ini mengatakan akan terus mengenakan masker sampai 10 hari ke depan.

"Saya harus melindungi keluarga saya," kata bapak dari dua anak ini.

Australia lakukan pencegahan

Melihat kekhawatiran warga Australia, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintahannya tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya pencegahan.

"Saya rasa penting sekali bagi kita untuk selalu mencari informasi. Kita tetap beraktivitas seperti biasa, tapi paling tidak, mengetahui soal penyakit ini dan dampaknya."

Kepala Bidang Kesehatan Australia, Profesor Brendan Murphy, mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mendeklarasikan virus corona berbahaya di tingkat internasional.

Walau demikian, ia mengajak setiap negara mempersiapkan diri.

"Setiap departemen kesehatan mempunyai fasilitas isolasi dan protokol jelas, bila harus membawa korban ke sana."

Selain itu, ia juga mengatakan kebanyakan orang yang meninggal karena virus ini adalah mereka yang sedang mengidap penyakit kronis.

Virus corona menurutnya tidak separah penyakit SARS atau MERS di Timur Tengah.

(ita/ita)