Jual Telur Sampai Cendol, Upaya Warga Indonesia Bantu Kebakaran Australia

ABC Australia - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 10:09 WIB
Canberra -

Berbagai upaya dilakukan masyarakat Indonesia di Australia untuk ikut memberikan bantuan, sesaat setelah mendengar kebakaran hutan terjadi di berbagai lokasi di negara yang mereka tinggali saat ini.

Warga Indonesia bantu Korban Kebakaran Hutan Australia
  • Warga Indonesia di Australia sadar perlu membantu korban kebakaran
  • Penggalangan dana dilakukan dengan berjualan, mengadakan acara atau digital
  • Australia sudah dianggap rumah kedua bagi sebagian warga Indonesia

Mulai dari berjualan barang dan makanan hingga mengelar berbagai acara, komunitas Indonesia berusaha mengumpulkan dana dengan cara yang kreatif.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan ke sejumlah lembaga pemadam kebakaran dan yayasan perlindungan hewan untuk membantu mereka yang terdampak kebakaran hutan di Australia.

Mereka merasa upaya yang dilakukan adalah sebagai bentuk solidaritas kepada warga Australia dan berikut beberapa diantaranya.

Kumpul koin hingga jual telur di Adelaide

Aksi spontan dilakukan oleh Eni Mosel, pendiri dan bendahara IndoPeduliAdelaide, sebuah organisasi komunitas Indonesia di Adelaide, saat berada di sebuah acara komunitas Indonesia.

Eni Mosel dari IndoPeduliAdelaide

Eni Mosel memegang tabung donasi bertuliskan "Bushfires Donation" dalam acara penggalangan dana bersama komunitas Indonesia di Australia Selatan 22 Desember 2019. (Supplied: Hendra Wijaya)

Indonesian Diaspora Network (IDN) atau Jaringan Diaspora Indonesia di New South Wales berhasil mengumpulkan dana sebesar $1,000, Rp 9,4 juta, dari acara makan malam yang digelar tanggal 18 Desember 2019.

Acara bertajuk "Raffle Ticket for a Good Cause" atau Tiket Undian untuk Tujuan Baik', menjual tiket makan malam diiringi penampilan lagu dengan harga $30 atau 283 ribu rupiah per orang.

Pemegang tiket yang beruntung memperoleh hadiah berupa voucher dan minuman beralkohol yang diberikan secara gratis oleh sponsor.

"Kita sebagai diaspora yang ada di Australia merasakan kepedihan mereka [warga Australia]," kata Hendra Wijaya, ketua dari IDN New South Wales.

"Jadi walaupun kontribusi kita kecil, tapi kalau dikumpulkan dari beberapa orang dan masyarakat, harapan kita ini bisa menjadi 'legacy' [atau warisan] bahwa kita peduli kepada masyarakat yang terkena musibah."

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia



(ita/ita)