Pemetik Buah Asal Indonesia Kehilangan Pekerjaan karena Kebakaran Hutan

ABC Australia - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 09:46 WIB
Canberra -

Kebakaran hutan dan semak yang terjadi di Australia telah berdampak kepada para pemegang Work and Holiday Visa (WHV) asal Indonesia, karena harus meninggalkan pekerjaannya.

Muhammad Sulhan Rofiq, yang akrab dipanggil Rofiq, sudah memasuki tahun kedua program WHV dan merasa "banyak cobaannya" di tahun 2019 kemarin.

Kepada ABC Indonesia, Rofiq yang berasal dari Blitar, Jawa Timur, mengakui sudah mengalami tiga kali kebakaran hutan selama berada di Australia.

"Paling parah yang sebelum tahun baru kemarin, saat berada di Tumbarumba [New South Wales], kebakaran hutan yang hebat membuat kami kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Rofiq

Rofiq mengaku kehilangan pekerjaannya sebagai pemetik buah di New South Wales dan kini pindah ke Tasmania (Supplied: Adhi Sappareng)

Peserta WHV menggalang dana

Rasa iba terhadap bencana kebakaran hutan muncul di kalangan para pemuda peserta WHV, karena merasa Australia sudah seperti "rumah kedua".

Seperti yang dijelaskan Adhi Sappareng, admin grup WHV Indonesia di Facebook, yang memprakarsai penggalangan dana untuk korban bencana kebakaran.

Dengan nama 'WHV Indonesia Care Day for Australia as Second Home', peserta WHV telah berhasil menggalang dana lebih dari AU$ 1.000 dari 34 penyumbang, hingga tulisan ini diterbitkan,

"[Saya menggalang dana] karena Australia sudah menjadi rumah kedua buat saya dan saya yakin juga buat sebagian di antara anak WHV lainnya," kata Adhi, asal Makassar.

"Kita sudah mencari uang di sini untuk masa depan, untuk kita dan untuk keluarga. Jadi sebagai bentuk terima kasih, kami menyumbang seikhlasnya."

Hasil penggalangan dana kemudian akan disalurkan lewat dua yayasan The Trustee for NSW Rural Fire Service and Brigades Donations Fund.

Adhi bersama teman-teman terdekatnya juga memberikan sumbangan, seperti sereal, makanan ringan, dan air minum kepada 'Foodbank Australia', salah satu yayasan terbesar di Australia yang menolong warga kelaparan.

Melihat kebakaran hutan yang masih terus berlanjut, Adhi berharap agar bencana kebakaran tersebut segera reda.

"Soalnya kita merasa [Australia] ini sudah seperti rumah kedua. Jadi kita ikut merasakan apa yang mereka rasakan," katanya.

Informasi soal bekerja, studi, dan tinggal di Australia bisa anda baca hanya di ABC Indonesia.



(ita/ita)