Udara di Permukiman Melbourne Berbahaya, Sedikit Lebih Baik dari India

ABC Australia - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 14:46 WIB
Foto: ABC Australia
Foto: ABC Australia
Melbourne -

Kualitas udara di berbagai kawasan permukiman di Melbourne berada di tingkat bahaya Selasa pagi (14/01), karena asap dari kebakaran hutan di East Gippsland dan di kawasan timur laut.

Kualitas udara di Melbourne
  • Kualitas udara di beberapa pemukiman di Melbourne di tingkat bahaya
  • Beberapa kolam renang luar ruangan ditutup dan lomba pacuan kuda dibatalkan
  • Ada lebih dari 190 panggilan darurat kebakaran karena alarm asap yang berbunyi

Data yang dikeluarkan Otoritas Perlindungan Lingkungan (EPA) menyebutkan angka polusi udara di tingkat yang membahayakan manusia tercatat di sejumlah stasiun pemantau cuaca, seperti di Melton, Macleod, Mooroolbark, Alphington, Box Hill, Dandenong, Brighton, Brooklyn, Footscray dan Coolaroo.

Tingkat yang sama juga berlaku di kota yang terdampak langsung kebakaran hutan, seperti Omeo dan Orbost. Sementara di wilayah timur laut polusi udara akan memburuk di sore hari.

Tingkat kualitas udara di kawasan permukiman di Box Hill masuk kategori salah satu yang terburuk di dunia, bahkan kualitasnya sedikit lebih baik dari kota di India.

Kepala Kesehatan negara bagian Victoria, Brett Sutton, mengatakan penurunan tingkat kualitas udara di Melbourne disebabkan karena suhu yang lebih dingin yang membuat partikel udara mendekati permukaan tanah.

A bright red sun sets against a greyish sky and powerlines.

Matahari terbenam di Melbourne hari Senin (13/1/2020) di saat asap kebakaran membuat kualitas udara berada di tingkat bahaya (Supplied: Kevin Hinds)


Salah seorang pengendara sepeda, Luke Johnson mengatakan pagi ini dia bersepeda dari Blackburn ke pusat kota Melbourne sejauh 20 km.

Kemudian di beberapa kilometer terakhir ia merasa dirinya telah menghirup asap yang semakin banyak.

"Menurut saya sebenarnya tidaklah terlalu buruk," katanya.

Gayle Cowling, yang berjalan kaki ke tempat kerja mengatakan dia mengalami kesulitan bernapas, karena udara yang berbau asap.

"Sedih juga melihat banyak kebakaran semak. Kalau di sini saja begini, saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya di lokasi kebakaran," katanya.

Seorang pengendara mobil, Trevor mengatakan bahwa jarak pandangnya hanya 100 meter di beberapa kawasan saat dia menyetir dari Mornington Peninsula ke Melbourne, sekitar 75 km perjalanan.

Dia mengatakan kecepatan kendaraan hanya bisa sekitar 40 km per jam ketika mendekati kota, padahal biasanya kecepatan rata-rata adalah 60-70 km per jam.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini.



(nvc/nvc)