Siapa Sosok Ibu Berkebaya yang Terukir di Monumen Perjuangan Australia Ini?

ABC Australia - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 13:37 WIB
New South Wales -

Gambar seorang ibu berkebaya sambil menggendong seorang anak terukir dalam sebuah monumen peringatan di Cowra, kota kecil yang bisa ditempuh sekitar empat jam dari Sydney.

Pejuang Indonesia di Monumen Australia
  • Sosok ibu berkebaya dengan bayinya pernah ke Australia sebelum Indonesia merdeka
  • Sebelumnya ada kesulitan mendapat foto-foto dan informasi siapa saja yang lari ke Australia
  • Di Australia terdapat makam pejuang kemerdekaan Indonesia, tepatnya di Cowra

Ukiran ibu tersebut berdiri bersama empat ukiran lainnya, yang masing-masing menampilkan sosok tentara Australia, tentara Jepang, pria Italia yang memainkan akordeon, serta sebuah tulisan.

Monumen ini didirikan untuk memperingati 'Cowra Breakout', sebuah peristiwa saat para tahanan perang, kebanyakan tentara Jepang dan Italia, melakukan pelarian massal di masa Perang Dunia II, pada 5 Agustus 1944.

"[Mereka mendirikan monumen itu] juga untuk menghormati semua orang yang terlibat dalam kejadian ini," kata Wayne Miles, seorang seniman Australia yang berada di balik monumen ini.

Kepada ABC Indonesia, Wayne juga menjelaskan monumen ini dibuat oleh sebuah komite untuk memperingati 75 tahun peristiwa tersebut.

Wayne mengatakan di antara tahanan tersebut ada keluarga Indonesia yang dianggap sebagai "Pejuang Kemerdekaan". Mereka dikirim ke Australia untuk menghindari pemberontakan terhadap Belanda pada masa penjajahan.

Kesulitan temukan foto tahanan

Ibu Indonesia dalam Monumen Cowra

Dari beberapa rancangan yang Wayne usulkan kepada komite "Breakout", rancangan inilah yang akhirnya terpilih. (Supplied: KBRI Canberra)

Menurut Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo, yang memimpin rombongan masyarakat Indonesia hari itu, kegiatan ziarah ditujukan untuk mengenang jasa pahlawan Indonesia.

"Sejarah hubungan baik Indonesia dan Australia telah terjalin sebelum Indonesia merdeka, seperti antara lain tercermin dari atensi dan kebaikan pemerintah Australia terhadap para perintis kemerdekaan Indonesia di Cowra."

Dubes Kristiarto juga berterima kasih kepada pemerintah Australia yang telah merawat makam tersebut dengan sangat baik.

Sementara itu, walikota Cowra, Bill West yang juga hadir mengatakan keberadaan makam merupakan wujud kedekatan historis antara Indonesia dan Australia.



(ita/ita)